Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penari Seblang Bakungan Meninggal, Tahun Ini Diganti Sang Kakak

Ali Sodiqin • Senin, 24 April 2023 | 21:39 WIB
PERGI UNTUK SELAMANYA: Mbah Supani dikenal sebagai sosok penari Seblang Bakungan yang cukup kesohor. Dia terakhir menari Seblang Bakungan pada Selasa, 19 Juni 2022 lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PERGI UNTUK SELAMANYA: Mbah Supani dikenal sebagai sosok penari Seblang Bakungan yang cukup kesohor. Dia terakhir menari Seblang Bakungan pada Selasa, 19 Juni 2022 lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Masyarakat suku Oseng  Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, punya tarian magis yang bernama tari seblang. Uniknya, tarian ini ditarikan oleh wanita berusia lanjut dalam keadaan kesurupan.

Tradisi ini digelar satu minggu setelah hari raya Idul Adha. Ritual ini untuk memohon keselamatan supaya warga desa terhindar dari tolak bala dan hasil bumi melimpah.

Dalam pelaksanaan ritual seblang dimulai dengan pembuatan sanggar kemudian berziarah ke makam leluhur dengan tujuan untuk mendapatkan izin para leluhur di Kelurahan Bakungan.

Menariknya sanggar dibuat di tengah jalan raya yang berada tepat di depan balai atau tempat masyarakat berkumpul. Sanggar dihias dengan sedemikian rupa sehingga tampak seperti sebuah tempat yang terlihat indah dengan dekorasi bunga dan janur. “Sanggar ini harus terbuka dan tidak boleh ditempati ataupun ditutup dengan kain atau tenda, hanya diberikan pembatas agar tidak sembarang orang dapat memasuki arena sanggar,” ungkap Ketua Adat Bakungan, Heri Purwoko.

Menurut Heri, yang boleh memasuki panggung hanya penari, pawang, pengudang dan tokoh adat. Sanggar yang dibuat dilengkapi dengan sesajen berupa hasil bumi panen masyarakat Bakungan sebagai representasi wujud rasa syukur terhadap leluhur yang telah menjaga kesuburan tanah dan hasil panen pertanian yang melimpah ruah.

Penari seblang kemudian melakukan nyekar ke makam leluhur atau penari sebelumnya dengan dipimpin tokoh adat setempat dan memanjatkan doa yang ditujukan untuk leluhur desa bakungan terutama untuk leluhur yang melakukan tari seblang dan babat alas desa bakungan.

Ritual dilanjutkan dengan pergi ke sumber mata air yang menjadi tempat air penawar. Selanjutnya ritual di sumber mata air ini penari membasuh diri dan wudhu serta mengambil air suci yang digunakan untuk penawar ketika penari selesai menarikan tari seblang di arena pertunjukan.

Setelah selesai ritual dari sumber mata air, selanjutnya ritual dilanjutkan dengan mematikan lampu dan sholat bersama di masjid desa. Kemudian masyarakat parade sambil membawa obor berkeliling desa (ider bumi) sambil berselawat dilanjutkan makan bersama di sepanjang jalan desa menuju Balai Desa Bakungan.

Usai ider bumi berkeliling kampung dengan membawa oncor (obor). Ritual dilanjutkan dengan selamatan kampung, setiap rumah mengeluarkan makanan tumpeng pecel pitik. “Seluruh warga yang hadir dipersilahkan menyantap nasi pecel pitik, ini sebagai simbol kerukunan dan persaudaraan,” terang Heri.

Usai selamatan, acara inti tari seblang dimulai. Sang penari seblang masuk ke dalam sanggar (arena) dengan diiringi pengudang dan sesepuh adat. Setelah permintaan itu dituruti, tak berselang lama gending Seblang Lukinta dimainkan dan menjadi tanda tarian dimulai. “Gending Seblang Lukinta sendiri mengisahkan tentang perjuangan masyarakat Banyuwangi melawan penjajah,” jelas Heri.

Tak heran, ketika menari ada adegan sang penari memegang keris, dan ada juga yang menggendong boneka yang menggambarkan sosok seorang ibu yang menggendong anaknya dan mengajak penonton menari menjadi sapi pembajak sawah. Simbol ini masyarakat menyiratkan masyarakat Banyuwangi sebagai masyarakat agraris.

Menurut Heri, penari seblang, Mbah Supani meninggal dunia pada Agustus 2022 lalu. Sebagai penggantinya, rencananya akan digantikan oleh Mbah Isah yang tak lain adalah kakak dari (alm) Mbah Supani. “Proses pergantian pelaku Seblang Bakungan nanti akan diadakan ritual percobaan, untuk waktu dan tempat masih belum diputuskan. Semoga saja tidak ada halangan yang berarti,” pungkasnya. (ddy) Editor : Ali Sodiqin
#Tolak Balak #Ider Bumi #budaya #Seblang Bakungan #adat #Suku Using #banyuwangi