Keinginan Farel dan manajemen melaksanakan umrah sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu. Apalagi selama bulan Ramadan, Farel juga jarang melayani job manggung. Ditambah lagi, sekolah selesai melaksanakan ujian dan diisi kegiatan pondok Ramadan. “Selama di Tanah Suci, kami mendampingi Farel melaksanakan ibadah umrah,’’ ujar pria asal Tegalsari ini.
Farel melaksanakan umrah selama 12 hari. Lima hari di Makkah dan lima hari di Madinah. Sisanya untuk perjalanan kedatangan dan kepulangan. “Kami turun di Jeddah dan langsung melaksanakan umrah wajib,” jelas Gus Zidni.
Bagi Farel, melaksanakan umrah merupakan kali pertama. Kepergian Farel ke Tanah Suci sekaligus menjawab keraguan publik terkait desas-desus agama yang dipeluk Farel. “Farel cukup bersemangat melaksanakan ibadah, apalagi letak hotel kami juga sangat dekat dengan Masjidil Haram,” terangnya.
Selama berada di Makkah dan Madinah, rombongan Farel juga melaksanakan city tour di sejumlah tempat bersejarah. “Farel akan kami ajak berziarah ke Makam Rasulullah SAW dan tempat-tempat bersejarah di Makkah dan Madinah yang menjadi tempat lahirnya peradaban agama Islam,” tandasnya.
Sementara itu, Farel Prayoga mengaku serasa tak percaya begitu tiba di Tanah Suci. Apalagi ketika mengenakan pakaian ihram dan melaksanakan tawaf di depan Kakbah. “Seperti mimpi, karena tahunya Kakbah di televisi dan pelajaran di sekolah. Ternyata Kakbah sangat besar dan tinggi,” ujar Farel saat dihubungi via telepon seluler.
Farel dijadwalkan pulang ke tanah air sebelum hari raya Idul Fitri. Dia akan berlebaran bersama orang tuanya di Desa Kepundungan, Kecamatan Srono. “Mohon doanya semoga ibadah kami lancar, berangkat dan pulang dalam kondisi selamat,” kata Farel. (aif)
Editor : Gerda Sukarno Prayudha