Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sabar Hariyanto Butuh Sebulan Ciptakan Tari Kreasi Baru

Rahman Bayu Saksono • Senin, 27 Maret 2023 | 14:07 WIB
KEKINIAN: Tari tradisional kreasi baru bertema ”Ayo Membaca Buku” karya Sabar Hariyanto. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
KEKINIAN: Tari tradisional kreasi baru bertema ”Ayo Membaca Buku” karya Sabar Hariyanto. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Sudah ratusan karya tari kreasi berhasil diciptakan. Namun, hanya beberapa karya yang terasa abadi, yang hingga kini masih tetap lestari.

Tari kreasi lahir dengan penggarapan detail. Tidak hanya koreografi gerak tari, melainkan juga dipadukan dengan irama iringan musik. ”Kalau tari kreasi baru semuanya digarap dari nol, baik musik maupun koreografinya,” ungkap pemilik Sanggar Tari Lang Lang Buana, Sabar Harianto, 57.

Sabar mengaku sudah lebih dari 33 tahun menciptakan tari kreasi Banyuwangi. Yang paling dikenal dan fenomenal hingga kini masih dibawakan oleh para seniman yakni tari sri ganyong yang diciptakan tahun 2004 lalu. Tari ini beberapa kali ini menjuarai lomba tari kreasi tingkat nasional.

Selain itu, juga ada tari sabuk mangir yang diciptakan tahun 2017 lalu. Ada juga tari kembang ganyong yang diciptakan tahun 2020. Tari ini hanya menjuarai tingkat Provinsi Jawa Timur. ”Kalau tari gandrung Seblang Lukinto itu juga saya yang ciptakan, tapi tidak untuk lomba hanya untuk menyambut tamu saja,” katanya.

Untuk tari anak-anak, ada tari kampret yang pernah menyabet tiga juara sekaligus dalam ajang lomba karya tari anak. Yakni, juara satu penari tingkat nasional, juara dua pinata tari tingkat nasional, dan juara dua koreografi tingkat nasional.

Dalam lomba itu, Sanggar Lang Lang Buana mewakili Jatim dan harus beradu dengan 33 provinsi lainnya. Lomba digelar pada 27–29 Juni 2013 di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Jatim. Penampilan Sanggar Seni Lang Lang Buana kala itu berhasil memukau para juri.

Judul tari yang disajikan adalah ”Pret Kampretan”. Tari ini merupakan jenis tari yang bersifat dolanan dan menggambarkan anak-anak yang sedang bermain di senja hari. ”Ketika senja sore itu mereka melihat kelelawar beterbangan dan anak-anak itu menirukan gerakan hewan itu,” kata Sabar.

Untuk melatih mental anak asuhnya di sanggar, hampir setiap tahun Sanggar Seni Lang Lang Buana menggelar muhibah. Yakni, pementasan ke berbagai sanggar seni di luar kota. ”Tahun 2021 lalu kami keliling di Jawa Timur, untuk tahun 2022 kami muhibah ke Klungkung, Bali,” tutur lelaki yang tinggal di Jalan Trunojoyo, Gang Kepundansari, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi itu.

Rencananya, tahun 2023 ini sanggar seni ini akan melakukan muhibah dengan keliling ke sanggar seni di Kalimantan. ”Tujuan kami selain silaturahmi kepada Ikatan Keluarga Banyuwangi, juga untuk melatih mental anak-anak agar mengetahui kebudayaan di nusantara,” tandas lelaki yang juga guru IPS SMPN 1 Glagah ini. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#budaya #seni #Kreasi #Sabar Hariyanto #Tari #Tari kreasi