Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Atraksi Budaya FTIN Pukau Jokowi, Ketua Panitia Azwar Anas Beber Kunci Suksenya

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 12 Januari 2023 | 22:38 WIB
TEPUK TANGAN: Ketua panitia peringatan Satu Abad NU Abdullah Azwar Anas (kanan) duduk di dekat Habib Syech bin Abdul Qodir As-Segaf. Anas ikut mendampingi Presiden Jokowi dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di panggung utama FTIN yang berlangsung d
TEPUK TANGAN: Ketua panitia peringatan Satu Abad NU Abdullah Azwar Anas (kanan) duduk di dekat Habib Syech bin Abdul Qodir As-Segaf. Anas ikut mendampingi Presiden Jokowi dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di panggung utama FTIN yang berlangsung d
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Festival Tradisi Islam Nusantara (FTIN) yang dilaksanakan di Stadion Diponegoro Senin lalu (9/1) berlangsung sukses. Pergelaran dalam menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas ditugaskan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menjadi koordinator bidang seni dalam kepanitiaan peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama. Sedangkan Menteri BUMN Erick Thohir menjadi ketua pengarah dan Yenny Wahid menjadi ketua pelaksana.

Anas mengoordinasikan pergelaran Festival Tradisi Islam Nusantara. Mantan Bupati Banyuwangi itu berkisah, semula ada sejumlah daerah yang dinominasikan sebagai tuan rumah FTIN. Namun, pada akhirnya Banyuwangi dipilih karena beberapa alasan.

”Di antaranya adalah Banyuwangi sudah dikenal dan berpengalaman menghelat beragam atraksi seni-budaya skala nasional maupun internasional. Selain itu, tentu saja ada argumentasi historis karena di Banyuwangi Salawat Badar digubah oleh KH Ali Manshur,” beber Anas.

Photo
Photo
AUDENSI DENGAN PRESIDEN JOKOWI:  dari kiri  Mensesneg Pratikno, Waketum PBNU Nusron Wahid, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Presiden Jokowi, Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Menag Yaqut Cholil Qoumas, dan Wasekjen PBNU Najib Azka. (HUMAS MENPAN-RB UNTUK RABA)

Persiapan panjang pun dilakukan oleh panitia. Anas juga mendampingi Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf melaporkan persiapan peringatan Satu Abad NU kepada Presiden Jokowi pada 2 Januari 2023. ”Panitia melaporkan berbagai kegiatan dan persiapannya. Alhamdulillah, Presiden Jokowi memberikan dukungan, karena memang beliau selalu berkomitmen pada program-program yang selaras dengan nilai-nilai khas Nahdlatul Ulama,” papar Anas.

Berbagai persiapan pun digeber Anas dan tim. Rapat-rapat digelar secara daring, mengingat tim tersebar di Jakarta dan Banyuwangi. Sejumlah opsi atraksi seni-budaya dibahas. ”Akhirnya disepakati Lalaran Alfiyah Kolosal dan Kreasi Hadrah Nusantara,” ujar Anas.

Anas juga beberapa kali meninjau langsung proses latihan, baik di Stadion Diponegoro maupun di kawasan Masjid Cheng Hoo. ”Saya melihat semangat anak-anak muda yang luar biasa dalam berekspresi kesenian menyambut Satu Abad NU,” ujarnya.

Lalaran Alfiyah Kolosal melibatkan lebih dari 500 santri. Mereka membawakan tradisi menghafal nadzam ilmu nahwu tersebut, secara artistik dengan sentuhan berbagai budaya nusantara. Selain itu, juga ditampilkan Kreasi Hadrah Nusantara. Tampilan spektakuler ini diikuti oleh 300 penabuh rebana dan 500 penari yang membawakan ragam tari daerah berbasis Islam di nusantara. ”Tariannya juga diikuti oleh Banser dan Pagar Nusa,” jelas Anas.

Photo
Photo
DISAMBUT TARI GANDRUNG: Presiden Joko Widodo didampingi ketua panitia FTIN Abdullah Azwar Anas dan Mensesneg Pramono Anung  menyapa penari gandrung di acara Festival Tradisi Islam Nusantara, Senin lalu (9/1).  (RAMADA KUSUMA/RABA)

FTIN dirangkai dengan konser selawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir As-Segaf. ”Ini menjadi penutup gebyar Festival Tradisi Islam Nusantara,” terang Anas.

Tidak hanya gebyar budaya yang meramaikan gelaran FTIN. Ada pula simposium yang melibatkan 25 cendekiawan dan budayawan berlatar nahdliyin dari seluruh Indonesia. ”Mereka berkumpul dan menuangkan pikirannya tentang kebudayaan untuk nantinya dijadikan buku,” jelas Anas.

Anas menyadari perhelatan yang ada belum sepenuhnya sempurna, tetapi secara umum berjalan baik. ”Terima kasih kepada seluruh yang memberikan dukungan. Para kiai, PCNU, dan jajaran, seluruh santri, Pemkab Banyuwangi, dan semuanya,” ujarnya.

Selain Presiden Jokowi, FTIN juga dihadiri sejumlah tokoh penting nasional. Di antaranya, Menko Polhukam Mahfud MD, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri BUMN Erick Thohir.  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut mendampingi kedatangan Presiden Jokowi.

Dari jajaran pengurus PBNU hadir Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif Ghofur, dan Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU Yenny Wahid serta jajaran pengurus NU dari PBNU, PWNU Jatim, maupun pengurus cabang. (aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Atraksi Budaya #Festival Tradisi #1 Abad NU #Islam Nusantara