Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Melukis Bertema Kostum BEC di Pantai Grand Watudodol

Syaifuddin Mahmud • Sabtu, 10 Desember 2022 | 20:05 WIB
DIBERI WAKTU TIGA JAM: Peserta Live Art Painting Competition kemarin (8/12) melukis on the spot di Pantai GWD, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kamis (8/12). (FREDY RIZKI/RaBa)
DIBERI WAKTU TIGA JAM: Peserta Live Art Painting Competition kemarin (8/12) melukis on the spot di Pantai GWD, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kamis (8/12). (FREDY RIZKI/RaBa)
WONGSOREJO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Puluhan pelajar SMP dan SMA, Kamis (8/12) berkumpul di Pantai Grand Watudodol (GWD), Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Mereka melukis pemandangan alam di tengah suara deburan ombak.

Live Art Painting Competition tersebut digelar oleh Yayasan Langgar Art dalam rangkaian pameran lukisan nasional bertajuk ArtOs Nusantara. Didampingi guru seni dari masing-masing sekolah, para siswa tampak serius mencampur berbagai warna cat sebelum disapukan ke tengah kanvas.

Wakil Ketua Panitia ArtOs Nusantara Bagus Fahmi menjelaskan, ada 50 peserta yang ikut dalam Live Art Painting Competition di GWD kemarin. Kompetisi ini digelar secara on the spot. Para peserta yang hadir terdiri dari 25 pelajar SMA dan 25 pelajar SMP.

Seluruh peserta dibebaskan melukis sesuai dengan lima tema konsep Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). ”Tema sesuai dengan konsep BEC tahun ini. Ada etnis Jawa, Bali, Cina, Osing, dan Arab yang dituangkan dalam lukisan,” kata Bagus.

Para peserta diberi waktu selama 3 jam untuk melukis on the spot. Hasil lukisan langsung dinilai oleh lima pelukis profesional Banyuwangi sekaligus juri Live Art Painting Competition hari ini (9/12). Lima besar hasil lukisan terbaik akan diumumkan di tengah pelaksanaan BEC. ”Sehari sebelumnya mereka sudah mengikuti workshop di pendapa bupati,” imbuhnya.

Saat BEC nanti, akan ada atraksi melukis di atas kanvas dengan ukuran 3 x 8 meter yang melibatkan para perupa yang tergabung dalam Langgar Art. Para perupa yang dimotori Imam Maskun juga akan memberikan penghargaan kepada pelopor seni rupa Banyuwangi, yaitu Mozes Misdy dan Bani Amora. ”Hasil lukisan siswa dijuri langsung oleh lima pelukis senior Banyuwangi. Ada Windu Pamor, Hairuman Huda, Suryantara Wijaya, Slamet Sugiyono dan Sugilaros,” ungkapnya.

Sugilaros menambahkan, potensi pelukis muda Banyuwangi cukup bagus. Dia berharap, ke depannya ada generasi seniman lukis yang muncul dari para peserta. ”Kita harap tidak berhenti di event ini. Nanti akan ada event lagi semacam ini,” tandasnya. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#banyuwangi rebound #Lukisan #BEC Reborn #b-fest