Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BEC Reborn Siap Lengkapi Atraksi Gandrung Sewu

Ali Sodiqin • Rabu, 7 Desember 2022 | 22:00 WIB
Photo
Photo
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Parade etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) bakal kembali digelar Sabtu (10/12). Puluhan talent akan berparade di sepanjang catwalk jalanan kota Banyuwangi menampilkan beragam busana etnik yang dikreasi secara kontemporer.

BEC tahun ini mengusung tema ”The Diversity of Banyuwangi Culture”. Tema ini menceritakan Banyuwangi yang menjadi rumah bagi ragam etnis dan budaya. Mulai dari Osing, Jawa, Bali, Madura, Mandar, hingga Arab. Sehingga, diibaratkan sebagai Tamansari Nusantara. Semua itu bakal disajikan dalam pergelaran peragaan kostum terbesar di kabupaten the Sunrise of Java.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, BEC merupakan salah satu event yang paling ditunggu masyarakat. ”Di penghujung tahun ini akan kita gelar kembali. BEC melengkapi atraksi kolosal Gandrung Sewu yang disuguhkan warga Banyuwangi untuk Indonesia,” ujarnya kemarin (6/12).

Photo
Photo
SHOW OFF: Para talent BEC mengikuti penilaian tahap satu di Jalan utama GOR Tawangalun, Minggu (4/12). (Ayu Lestari/RadarBanyuwangi.id)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi (Disbudpar) M. Yanuarto Bramuda menjelaskan, tema BEC tahun ini adalah The Diversity of Banyuwangi Culture. Puluhan fashion yang akan diparadekan bakal disajikan secara tematik, merepresentasikan masing-masing etnis tersebut.

”Tak sekadar parade fashion kolosal, event ini akan diwarnai fragmen tentang bagaimana semua etnis yang ada di Banyuwangi ini kompak membangun daerah. Meskipun beragam, semuanya tetap guyub, bahu-membahu memajukan Banyuwangi,” jelasnya.

Bramuda menuturkan, BEC akan melibatkan ratusan seniman muda. Mulai para talent yang terlibat sebagai peraga kostum, pemusik, hingga para desainer busana. Semua yang terlibat dalam proses parade telah mengikuti berbagai rangkaian proses.

Salah satunya yakni workshop yang diikuti peserta mulai pelajar tingkat SD hingga perguruan tinggi. Workshop ini melibatkan profesional yang memberikan berbagai materi kepada peserta. Seperti runway, fashion dance, ekspresi, dan tari tradisional.

Seluruh peserta juga telah mengikuti tahap penilaian kostum, Minggu (4/12), di Gedung Olahraga (GOR) Tawangalun. Satu per satu subtema diperagakan secara apik oleh peserta lengkap dengan make up-nya di hadapan dewan juri. Mulai Osingnese, Javanese, Balinese, Madurese, Mandarese, Chinese, serta Arabian. ”Pada tahap ini, para dewan juri masih memberikan arahan jika masih ada kekurangan, seperti make up atau performance sebelum mereka tampil di hadapan penonton,” urai Bramuda.

Saat pelaksanaan, parade busana BEC akan dimulai dari kawasan Lorong Bambu di Gesibu Blambangan menuju Jalan Satsuit Tubun, belok kiri menuju simpang lima, lurus ke Jalan A. Yani, dan finis di kantor Bupati Banyuwangi. ”Acara dimulai pukul 14.00, diawali pertunjukan tari kolosal oleh 50 penari dan beragam atraksi menarik lainnya. Jangan dilewatkan,” pungkas Bramuda. (sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin
#BEC #budaya #Parade etnik #banyuwangi rebound #Banyuwangi Ethno Carnival #BEC Reborn