Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Peringati Maulid Nabi, Warga Kirab Tapekong hingga Pencak Obor

Syaifuddin Mahmud • Selasa, 25 Oktober 2022 | 17:01 WIB
TRADISI: Anak-anak muda Desa Tambong beradu kreativitas pencak obor pada kirab jodang, Sabtu malam (22/10).(Dedy Jumhardiyanto/Radar Banyuwangi)
TRADISI: Anak-anak muda Desa Tambong beradu kreativitas pencak obor pada kirab jodang, Sabtu malam (22/10).(Dedy Jumhardiyanto/Radar Banyuwangi)
KABAT, Jawa Pos Radar Banyuwangi Beragam cara dilakukan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ratusan warga Desa Tambong, Kecamatan Kabat menggelar kirab jodang dan pencak obor, Sabtu malam (22/10).

Pawai jodang kembang endog tersebut  dipusatkan di jalan Dusun Krajan sampai Dusun Kejoyo. Masing-masing rukun tetangga (RT) beradu  kreativitas membuat hiasan kembang endog, dan tapekong sejenis ogoh-ogoh yang memiliki filosofi kelahiran Nabi Muhammad SAW di kota Makkah.

Ada yang membuat replika simbol Kakbah, burung ababil, dan gajah. Ada juga  yang menggambarkan Raja Abrahah dan pasukan gajah yang ingin mengancurkan Kakbah. “Inilah cara kami mengenang dan memperingati Maulid Nabi yang disebut Festival Muludan Likuran,” ungkap Kepala Desa Tambong, Agus Hermawan.

Kirab jodang endog-endogan diberangkatkan oleh Camat Kabat Bibin Widiatmoko dengan disaksikan ribuan warga. Seluruh masyarakat tumplek-blek di sepanjang jalan Dusun Krajan dan Dusun Kejoyo.

Dalam kirab jodang, ada kelompok pemuda yang mahir memainkan obor sembari menampilkan jurus-jurus silat. Sementara pemuda yang lain berbaris memainkan tongkat yang bagian ujungnya ada api yang menyala-nyala.Tak heran jika pawai tersebut disebut sebagai pencak obor. “Tradisi pencak obor sudah  turun-temurun,’’ cetus Agus. (ddy/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud
#maulid nabi #Pencak Obor #Kirab Tapekong #nabi muhammad