Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Fokus Gerak dan Formasi, Ribuan Penari Gandrung Berlatih sampai Malam

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 14 Oktober 2022 | 20:27 WIB
BERI SEMANGAT: Bupati Ipuk Fiestiandani berbaur dengan penari Gandrung Sewu yang sedang berlatih gerak dan formasi di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Rabu (12/10) malam. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BERI SEMANGAT: Bupati Ipuk Fiestiandani berbaur dengan penari Gandrung Sewu yang sedang berlatih gerak dan formasi di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Rabu (12/10) malam. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ribuan penari gandrung mulai melatih kekompakan tari dan formasi Gandrung Sewu di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Rabu (12/10) malam. Latihan digelar sejak siang hingga malam hari. Penari yang berasal dari berbagai penjuru Banyuwangi itu fokus berlatih gerak dan formasi mengingat ajang Gandrung Sewu semakin dekat.

Pelatih Gandrung Sewu Suko Prayitno mengatakan, kurang 29 hari pelaksanaan Gandrung Sewu para penari sudah terbagi menjadi beberapa kelompok. Pembagian kelompok tersebut untuk mempermudah formasi saat latihan. ”Supaya lebih jelas formasinya dan mudah saat latihan,” ujarnya.

Suko mengatakan, tahun ini antusiasme peserta yang mengikuti seleksi Gandrung Sewu lebih tinggi dibanding sebelumnya. Meski begitu, seleksi ketat tetap dilakukan hingga terjaring para peserta Gandrung Sewu sesuai kebutuhan.

Tahun lalu pertunjukan kolosal Gandrung Sewu tidak bisa diadakan secara megah karena terkendala Covid-19. ”Seleksi penari tahun ini hampir diikuti 3 ribu peserta, sehingga banyak yang tidak lolos seleksi. Kita cari yang memang memenuhi kriteria,” kata Suko.

Gandrung Sewu tahun 2022 mengangkat tema ”Sumunaring Tlatah Blambangan” yang memiliki arti Cahaya di Bumi Blambangan. Sesuai tema yang diangkat, diharapkan Gandrung Sewu bisa bangkit dan bersinar kembali. ”Kami berharap ini awal yang baik untuk membuka kembali pariwisata Banyuwangi. Dua tahun pariwisata terpuruk akibat pandemi Covid-19,” tuturnya.

Suko menambahkan, hingga saat ini progres latihan para penari Gandrung Sewu sudah hampir seratus persen. Para pelatih yang berjumlah dua puluh orang tersebut tinggal mengulas kembali gerak dan membenahi sedikit kesalahan pada penari.

Suko mengaku optimistis para penari Gandrung Sewu kali ini akan tampil jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. ”Kami yakin akan tampil allout. Kami berharap tidak ada kendala besar hingga pelaksanaan acara nanti,” pungkasnya. (cw5/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#budaya #gandrung sewu #seni #adat #banyuwangi rebound