Selama tiga hari, pengunjung akan disuguhkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari workshop hingga fashion show. Pengunjung juga dapat menikmati beragam jenis kuliner yang dijajakan di sekitar lokasi.
Panitia Pelaksana BBF Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Sofyan Suryana mengatakan, di hari pertama rangkaian BFF digelar workshop pelatihan batik. ”Ada pula talkshow yang bakal diselenggarakan mulai Kamis (29/9) hingga Jumat (30/9),” ujarnya.
Pada Jumat (30/9), pengunjung akan dimanjakan dengan gelaran pedestrian festival. Selain itu, digeber pula berbagai perlombaan seperti fashion dan kreasi batik yang diikuti oleh pelajar, mahasiswa, umum, dan instansi se-Kabupaten Banyuwangi. Puncak dari BFF akan dilaksanakan pada Sabtu (1/10) malam, yaitu Gebyar Batik Festival Banyuwangi yang bekerja sama dengan Kelompok Desainer Banyuwangi (KDB) dan Asosiasi Batik Sekar Jagat.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Batik Sekar Jagat Firman Syauqi mengatakan, hari pertama BFF diisi dengan talkshow mengenai sejarah batik Banyuwangi. ”Kami menghadirkan pembatik senior yaitu Mbah Sum dan budayawan Banyuwangi Aekanu,” katanya.
Pada kegiatan ini, Firman mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan pelatihan membatik bagi ibu-ibu PKK Kelurahan Klatak. Selain itu, ada juga kegiatan yang diadakan Asosiasi Batik Sekar Jagat yaitu fashion show, lomba mencanting, dan lomba desain batik Banyuwangi.
Untuk kegiatan workshop, peserta berasal dari kalangan masyarakat serta ibu-ibu PKK se-Kabupaten Banyuwangi. ”Kemudian pedestrian festival nantinya akan diikuti oleh ibu-ibu Dharma Wanita dan perbankan,” imbuh Firman.
BFF tahun ini mengambil tema ”Semebyar Sisik Blambangan” yang mengangkat motif batik sisik. ”Motif ini memiliki makna kekuatan, pelindung, dan kemewahan,” pungkas Firman. (cw3/afi/c1) Editor : AF Ichsan Rasyid