Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Butuh Kekompakan, Gaungnya Dirancang Lebih Heboh

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 2 Juni 2022 | 13:10 WIB
BERI SUPPORT: Dipandu moderator Bagus, Nirwan Dewanto didampingi Agus Sudibyo dan Imam Maskun berbagi kiat sukses menggelar pameran lukisan di Langgar Arts, Minggu sore lalu (29/5). (Syaifuddin Mahmud/Radar Banyuwangi)
BERI SUPPORT: Dipandu moderator Bagus, Nirwan Dewanto didampingi Agus Sudibyo dan Imam Maskun berbagi kiat sukses menggelar pameran lukisan di Langgar Arts, Minggu sore lalu (29/5). (Syaifuddin Mahmud/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Perupa Banyuwangi berancang-ancang menggelar kembali pameran lukisan berlevel nasional. Setelah pameran lukisan bertajuk ”ArtOs Kembang Langit” menuai sukses, event serupa akan digelar lagi pada bulan Desember nanti. Gaungnya dirancang akan lebih heboh lagi.

Puluhan perupa Banyuwangi berkumpul di Langgar Art milik Imam Maskun, Minggu sore lalu (29/5). Sejumlah perupa papan atas Bumi Blambangan hadir. Ada S Yadi K, Ilham, Windu Pamor, Sugik Laros, Ilyasin, Abdul Azis, N Khojin, Huda, dan puluhan  perupa lainnya.  Samsudin Adlawi selaku dewan pengarah Dewan Kesenian Blambangan (DKB) juga ikut berbaur dengan para perupa.

Agenda sore itu adalah menampung aspirasi para perupa menghadapi pameran ArtOs Kembang Langit Jilid II. Ada yang menyebut pameran kedua sudah diberi nama ArtOs Nusantara. Mereka tampak guyub setelah sekian lama tidak bertemu di tempat seperti itu. Apalagi, lokasi acara cukup teduh yang sekelilignya ditumbuhi pohon alpukat. Tiga rumah joglo khas Banyuwangi berdiri kokoh di tempat acara.

Untuk menambah suasana lebih gayeng, Imam Maskun selaku owner Langgar Art sengaja mendatangkan dua biduan untuk menghibur para perupa setelah sekian lama haus akan hiburan musik elekton. Nanang, musisi papan atas Banyuwangi yang juga spesialis pemain keyboard turut dihadirkan untuk mengiringi artis.

Jaring aspirasi perupa Minggu sore itu juga mengundang dua tamu spesial dari Jakarta. Mereka adalah Nirwan Dewanto, seorang budayawan yang dikenal sebagai kurator dan pengamat seni rupa. Pria yang lama tinggal di Banyuwangi itu juga dikenal sebagai penyair, penulis esai, dan aktor.

Tamu spesial kedua adalah Agus Sudibyo, Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers dua periode, yaitu tahun  2010–2013 dan 2019–2022. Meski berlatar belakang wartawan, Agus Sudibyo juga dikenal sebagai pencinta seni dan lukisan. Dialah yang menghubungkan panitia ArtsOs Kembang Langit tahun lalu dengan Istana Negara. Berkat tangan dingin Agus Sudibyo, Presiden Joko Widodo bersedia memberikan dukungan pameran ArtsOs Kembang Langit lewat greeting yang sempat viral tersebut.

Photo
Photo
GAYENG: Puluhan perupa Banyuwangi menghadiri acara bincang santai membahas persiapan pameran ArtOs jilid II. (Syaifuddin Mahmud/Radar Banyuwangi)

Dua narasumber nasional itu didapuk memberikan spirit kepada perupa Banyuwangi untuk lebih bersemangat menghasilkan karya-karya berkelas. Agus Sudibyo memberikan gambaran kalau ingin pameran berjalan sukses, mulai sekarang harus ditata segala persiapannya. ”Termasuk sponsor dan dukungan dari orang-orang penting di Jakarta. Teman-teman harus kompak kalau ingin event ini menuai sukses. Tidak ada salahnya menggelar pameran di Jakarta atau Singapura,” tegas Agus yang pagi harinya mengisi seminar nasional tentang media massa di hadapan puluhan mahasiswa IAIDA Blokagung tersebut.

Menurut Agus, sukses tidaknya pameran sangat tergantung dari kerja sama dari semua pihak. Panitia harus kompak, demikian juga perupa harus solid. Dukungan pihak ketiga tetap diperlukan. ”Teamwork harus terjaga. Jangan ditanggung perorangan atau one man show.  Perupa harus ikut terlibat maksimal kalau karyanya bisa dilirik kolektor. Mulai sekarang proposal harus digarap dengan benar,” pesan Agus.

Nirwan Dewanto lebih banyak bicara seputar kualitas karya seni. Sebelum diikutkan pameran, semua karya harus lolos kurasi. Jangan sampai ”sakit hati” kalau karyanya tidak lolos. ”Saat ini kota-kota yang menjadi tempat tinggal perupa papan atas adalah Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, dan Bandung. Selain jadi tempat mangkalnya perupa, kota-kota tersebut juga sebagai laboratorium lukisan. Banyuwangi harus bisa seperti itu,” kata sastrawan yang pernah tinggal di Rogojampi itu.

Menurut Nirwan, pameran besar sekelas ArtOs butuh anggaran besar. Dia mengaku salut dengan pameran ArtsOs Kembang Langit Jilid I. ”Untuk tingkat kabupaten, pameran kemarin sudah luxury banget.  Benchmark harus banyak yang dipersiapkan. Yang pasti butuh support dari pemerintah. Kalau dibutuhkan teman-teman kami siap membantu event ArtOs Jilid II nanti,” tegasnya.

Owner Langgar Arts Imam Maskun menyambut positif usulan Agus Sudibyo maupun Nirwan Dewanto. Demi suksesnya pameran jilid II nanti, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Bupati Ipuk Fistiandani dan pihak-pihak yang support dengan event ini. Demi suksesnya pameran nanti, Imam mengharap kekompakan para perupa. ”Kalau pameran ini sukses, tentunya yang mendapat imbas positif juga teman-teman perupa. Kami justru punya obsesi pameran seperti ini bisa kita gelar di Jakarta atau di Singapura sekaligus,” ujar bapak dari Satriyo Kembang Langit itu.

Langkah awal pihaknya sudah menyiapkan proposal. Biar gaungnya lebih mendunia, greeting untuk tokoh akan dirancang sedini mungkin. ”Perupa papan atas nasional akan kita libatkan dalam pameran ini. Konsepnya tetap seperti ArtOs Kembang Langit Jilid I,” tandasnya.

Ketua Dewan Pengarah DKB Samsudin Adlawi sangat mendukung kekompakan perupa Banyuwangi menggelar pameran lukisan tahap II. Sama dengan yang disampaikan Agus Sudibyo maupun Nirwan Dewanto, Samsudin  berharap pameran lukisan harus tetap dilanjutkan karena dampak positifnya telah dirasakan para perupa maupun masyarakat. ”Yang terpenting nama ArtOs (Art Oseng) harus segera dipatenkan. Jangan sampai diklaim milik orang lain seperti nama Sunrise of Java,” tegasnya. (aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#budaya #seni budaya #pameran lukisan #artos kembang langit #seni rupa