RADAR BANYUWANGI – Stok bahan pokok di Banyuwangi dipastikan aman selama Ramadan hingga Lebaran.
Meski demikian, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk terus memantau stabilitas harga bahan pokok di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.
Pemkab Banyuwangi bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Badan Urusan Logistik (Bulog), PT Pos Indonesia, dan lainnya rutin menggelar operasi pasar.
Harapannya, operasi pasar bisa menyediakan bahan kebutuhan masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau dan menekan lonjakan harga.
Bupati Ipuk mengatakan, selain stok bahan pokok aman, yang tidak kalah penting adalah harga yang stabil dan terjangkau.
”Karena itu kami minta dinas terkait dan tim pengendali inflasi daerah untuk terus memantau harga bahan pokok,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Banyuwangi Dwiana Puspitasari menyebut, stok beras yang ada di gudang Bulog Banyuwangi saat ini sebanyak 67.356 ton.
Dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Banyuwangi yang sebesar 14.399 ton per bulan, stok tersebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi hingga 4 bulan ke depan.
Dwiana juga membeber stok komoditas pangan yang lain. Dia menyebut, stok gula pasir di gudang Bulog masih tersedia sebanyak 30 ton, terigu 2 ton, dan minyak goreng (migor) sebanyak 60 ribu liter.
”Stok tersebut masih bisa ditambah sesuai dengan permintaan pasar. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham juanda menambahkan, selain beras, stok pangan yang lain juga sangat mencukupi bahkan surplus.
Baca Juga: Warna Baju yang Cocok untuk Rabu Abu, Jangan Sampai Salah Pilih
Seperti daging ayam ras yang surplus hingga 239 ton, telur ayam 231 ton, serta daging sapi yang juga surplus sebesar 12,96 ton.
Komoditas pangan lainnya juga sangat berlimpah. Berdasarkan data prognosa neraca ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok Maret 2025, cabai rawit mengalami surplus sebesar 789,79 ton, cabai besar 767,17 ton, dan bawang merah surplus sebanyak 291,54 ton.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Nanin Oktaviantie menambahkan, ketersediaan elpiji juga aman.
”Dari kebutuhan sebanyak 19.340.000 tabung elpiji 3 kg per tahun, saat ini selalu terpenuhi,” pungkasnya. (sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin