Untuk Stok Lebaran, 13 Ribu Ton Beras Thailand Tiba di Tanjung Wangi Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Rabu, 15 Januari 2025 | 18:02 WIB
SATU KAPAL: Ribuan ton beras impor dari Thailand dibongkar di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, Selasa (14/1).
SATU KAPAL: Ribuan ton beras impor dari Thailand dibongkar di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, Selasa (14/1).

RadarBanyuwangi.id – ”Gelombang” akhir beras impor asal Thailand yang datang ke Indonesia mulai dibongkar di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, Selasa (14/1).

Ada sekitar 13.950 ton beras yang dibawa kapal berbendera Thailand, MV Thai Binh 07, yang dipindahkan ke truk-truk pengangkut beras.

Belasan ribu ton beras tersebut akan dikirim ke gudang milik Badan Urusan Logistik (Bulog) di wilayah Banyuwangi. Selain itu, sebagian beras impor itu juga akan dikirim ke gudang Bulog yang berlokasi Bondowoso dan Jember.

Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Dwiana Puspita mengatakan, belasan ribu ton beras yang tengah dibongkar adalah sisa dari program impor beras tahun 2024 lalu. Artinya, beras yang datang bukan berasal dari perencanaan pemerintah pusat pada tahun ini.

Sebab, imbuh Dwiana, pemerintah pusat sudah memastikan penghentian impor bahan pangan beras pada tahun 2025.

”Ini sisa pengadaan tahun lalu. Yang pertama jumlahnya 13.950 ton. Kemudian masih ada kapal satu lagi di belakang membawa 12.500 ton beras dari Thailand,” jelasnya.

Meski beras-beras tersebut diletakkan di gudang Bulog di Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso, Dwiana mengatakan tidak semuanya diperuntukkan bagi tiga kabupaten itu.

Ada kemungkinan beras tersebut didistribusikan ke wilayah Indonesia Timur, seperti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

”Di gudang Banyuwangi ada kemungkinan hanya transit, beras-beras ini bisa dikirim ke wilayah lain seperti biasanya,” ujarnya.

Dwiana menyebut bahwa stok beras di Banyuwangi saat ini cukup aman. Bahkan, untuk kebutuhan satu tahun ke depan.

Pihaknya juga memastikan stok beras untuk Idul Fitri sudah aman. Sehingga, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir dengan kelangkaan beras.

”Stok ada sekitar 50 ribu ton. Jadi, cukup aman. Untuk stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) kami sediakan sampai bulan Februari. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya. (fre/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
bulog lebaran beras idul fitri impor thailand tanjung wangi sembako pangan banyuwangi