Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Beras di Banyuwangi Masih Tinggi, Bulog dan Pemkab Banyuwangi Lakukan Ini untuk Stabilkan Harga

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 26 Januari 2024 | 20:30 WIB
LEBIH MURAH: Warga antre membeli beras pada operasi pasar di wilayah Kecamatan Giri, Banyuwangi.
LEBIH MURAH: Warga antre membeli beras pada operasi pasar di wilayah Kecamatan Giri, Banyuwangi.

GIRI, RadarBanyuwangi.id – Operasi pasar di sejumlah kecamatan masih terus digencarkan oleh Pemkab Banyuwangi bersama Bulog.

Masih tingginya harga beras di pasaran membuat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya menstabilkan harga.

Selama bulan Januari, delapan kecamatan menjadi sasaran operasi pasar. Mulai dari Pasar Galekan, Wongsorejo, kantor Lurah Kalipuro, kantor Kelurahan Giri, Pasar Glagah, Pasar Pujasera, Kecamatan Banyuwangi, Pasar Benculuk, Pasar Srono, dan Pasar Songgon.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi Nanin Oktaviantie mengatakan, ada empat komoditas yang masuk dalam operasi pasar.

Mulai beras, minyak goreng, gula, dan tepung terigu. Operasi pasar menyasar 25 kecamatan secara bergantian.

Nanin mengatakan, operasi pasar kembali digelar untuk menstabilkan harga komoditas di lapangan, terutama beras yang hingga sekarang harganya masih cukup tinggi.

”Harga beras masih agak tinggi. Kita gelar operasi beras murah supaya harganya stabil,” ujarnya.

Selain melalui operasi pasar, Diskop-UMP bersama Bulog juga mendapatkan dukungan dari 147 toko untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Toko yang mendapatkan suplai bahan dari Bulog tersebut menjual komoditas di bawah harga pasar sesuai dengan standar Bulog.

”Satu pasar maksimal ada tiga toko. Jumlah itu masih bisa bertambah jika ada toko lain yang mau bekerja sama,” imbuh Nanin.

Sementara itu, di lapangan harga beras cukup bervariasi. Beras premium misalnya, dijual dengan harga Rp 14.400 hingga Rp 15.000 per kilogram (kg).

Selanjutnya beras medium dijual dengan harga Rp 13.300 sampai Rp 14.000 per kg.

Sementara harga eceran tertinggi (HET) beras premium dari Bulog berada di kisaran Rp 12.800 sampai Rp 13.200 per kg.

Sedangkan untuk beras medium berada di harga Rp 10.900 per kg.

Salah satu pedagang di Pasar Kalipuro, Masitah mengatakan, harga beras saat ini masih tergolong tinggi dibandingkan harga dari Bulog.

Meski demikian, menurutnya hal itu tidak berdampak terhadap daya beli masyarakat.

”Mungkin masyarakat sudah capek mengeluh. Meskipun harganya (beras) tinggi, tidak memengaruhi pembeli,” ujarnya. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#harga beras #bulog #operasi pasar #banyuwangi