Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Cabai Rawit Meroket, Tingkat Inflasi di Banyuwangi Ikut Terpengaruh

Gareta Yoga Eka Wardani • Sabtu, 16 Desember 2023 | 18:30 WIB
SUMBANG INFLASI: Harga cabai rawit di tingkat petani menyentuh Rp 75 ribu per kilogram. Melambungnya harga cabai berpengaruh terhadap angka inflasi di Banyuwangi.
SUMBANG INFLASI: Harga cabai rawit di tingkat petani menyentuh Rp 75 ribu per kilogram. Melambungnya harga cabai berpengaruh terhadap angka inflasi di Banyuwangi.

RADAR BANYUWANGI – Harga cabai rawit yang membubung tinggi selama sekitar dua bulan terakhir berpengaruh cukup signifikan terhadap angka inflasi di Banyuwangi.

Komoditas dengan ciri khas rasa pedas tersebut menjadi salah satu penyumbang inflasi di kabupaten the Sunrise of Java pada periode November tahun ini.

Berdasar data di Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga cabai rawit di pasaran pada 1 Oktober lalu tidak sampai menyentuh angka Rp 30 ribu per kilogram (kg).

Di Pasar Banyuwangi dan Pasar Blambangan, misalnya, kala itu komoditas yang oleh masyarakat lokal disebut lombok litik ini dijual seharga Rp 28 ribu per kg.

Pada periode yang sama, harga cabai rawit di Pasar Rogojampi sebesar Rp 27 ribu per kg. Sedangkan di Pasar Genteng I, pedagang menjual cabai rawit sebesar Rp 23 ribu per kg.

Selanjutnya, pada 1 November harga cabai rawit di Pasar Banyuwangi dan Pasar Blambangan mencapai Rp 54 ribu per kg.

Sedangkan di Pasar Genteng dan Pasar Rogojampi harga cabai rawit masing-masing sebesar Rp 58 ribu dan 72 ribu per kg.

Sebulan berselang, tepatnya pada 1 Desember, harga cabai rawit di Pasar Banyuwangi mencapai 74 ribu per kg.

Di Pasar Blambangan Rp 72 ribu per kg, serta masing-masing Rp 75 ribu dan Rp 80 ribu per kg di Pasar Genteng I dan Pasar Rogojampi.

Sementara itu, harga cabai rawit merah di pasaran masih cukup tinggi.

Pedagang di Pasar Banyuwangi menjual harga cabai rawit sekitar Rp 80 ribu per kg, di Pasar Blambangan sebesar Rp 72 ribu per kg, Pasar Genteng I seharga Rp 75 ribu per kg, dan Pasar Rogojampi sebesar Rp 80 ribu per kg.

Harga cabai rawit yang naik hingga kurang lebih tiga kali lipat tersebut berimbas pada angka inflasi di Banyuwangi.

Baca Juga: Ini 7 Pesan Penting Bupati Ipuk Fiestiandani Kepada 51 Kades yang Baru Dilantik

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, pada periode November, cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang dominan memberikan andil alias sumbangan terhadap inflasi secara month to month (m-t-m) atau bulan ke bulan, yakni sebesar 0,1551 persen.

Sedangkan bawang merah nangkring di posisi kedua komoditas yang memberikan andil inflasi, yakni sebesar 0,1055 persen.

Mengacu berita resmi statistik (BRS) BPS, pada November inflasi Banyuwangi secara year on year (y-o-y) atau tahun ke tahun sebesar 2,7 persen.

Sedangkan secara m-t-m atau bulan November dibanding Oktober sebesar Rp 0,42 persen.

Meski mengerek inflasi dan membuat kalangan konsumen harus mengeluarkan bujet lebih banyak atau mengurangi pembelian cabai rawit, namun kenaikan harga lombok litik tersebut menjadi berkah bagi sebagian kalangan, termasuk petani dan pengepul.

Seperti diberitakan kemarin, meroketnya harga cabai menjadi berkah tersendiri bagi petani cabai di Wongsorejo.

”Harganya sedang bagus-bagusnya sekarang, hasilnya lumayan,” ujar Mistun, salah seorang petani cabai asal Desa Bangsring.

Bersama warga yang lain, Mistun menanam cabai di lahan seluas satu hektare (ha). Panen cabai berlangsung setiap pekan.

Rata-rata dari satu hektare lahan bisa dipanen sampai 5 kuintal cabai. Dalam sekali panen dengan harga sekarang, minimal dia bisa mengantongi uang sampai Rp 35 juta per pekan.

Hal senada dilontarkan oleh Heri Uswanto, seorang petani dan pengepul cabai asal Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo. Menurut Heri, dalam pekan ini harga cabai rawit benar-benar meroket.

”Harga satu kilogram cabai rawit di saya Rp 70 ribu. Saya kirim ke Solo harganya Rp 76 ribu per kg,” ujarnya Kamis (14/12). (fre/rei/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#cabai #Inflasi #Rawit #banyuwangi #naik #harga