ROGOJAMPI, RadarBanyuwangi.id – Memasuki akhir musim kemarau, petani padi di Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, bisa bernapas lega.
Harga gabah kering saat ini naik, yaitu Rp 7.000 per kilogram (kg). Harga tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan musim panen sebelumnya.
Supardi, 52, salah seorang petani asal Rogojampi menuturkan, harga gabah di tingkat petani kini mencapai Rp 6.900 sampai Rp 7.000 per kg.
”Harganya cenderung naik jika dibandingkan musim panen lalu. Kalau panen lalu, waktu musim hujan kisaran Rp 5.500 per kg di tingkat petani,” ungkapnya.
Supardi mengatakan, musim kemarau membuat petani cukup kesulitan mendapatkan air.
Namun, berkat koordinasi dengan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) serta petugas pengatur air, para petani bisa mendapatkan irigasi yang pas.
”Alhamdulillah, bisa panen dan harga juga lumayan bagus,” jelasnya.
Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Banyuwangi Irwan Kuswanto membenarkan bahwa harga gabah kering pada musim panen padi kali ini mengalami kenaikan.
”Harganya naik, saat ini di kisaran Rp 7 ribu per kg,” jelasnya.
Kenaikan harga tersebut, menurut Irwan, dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya akibat dampak kemarau yang membuat petani kesulitan air.
”Sebagian besar petani pada musim kemarau banyak yang tanam jagung, kacang, dan kedelai. Tanaman tersebut tahan terhadap cuaca kemarau,” katanya.
Belum lagi, kata Irwan, sejumlah daerah mulai terserang hama tikus. Akibatnya, ada petani yang gagal panen akibat tanaman padinya diserang hama tikus.
Dampaknya, harga gabah terkerek naik yang juga berimbas pada kenaikan harga beras di Banyuwangi.
”Karena minim panenan, maka produksi penggilingan padi juga turun,” pungkasnya. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin