Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi menggandeng lintas elemen untuk menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok.
Salah satunya dengan menggelar operasi pasar yang dipusatkan di kawasan Pasar Banyuwangi. Operasi pasar tersebut digelar mulai Senin (9/10) hingga Rabu (11/10).
Dalam pelaksanaan operasi pasar kali ini, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Badan Urusan Logistik (Bulog), dan sejumlah supermarket.
Beberapa bahan kebutuhan pokok yang dijual dalam operasi pasar tersebut meliputi beras, telur, minyak goreng, gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg), hingga bumbu dapur dan lainnya.
Kepala Diskop-UMP Nanin Oktaviantie mengatakan, operasi pasar digelar guna membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pangan dengan harga yang relatif murah.
Selain itu, pihaknya juga berupaya menstabilkan harga kebutuhan pokok di tengah kenaikan harga komoditas pangan akhir-akhir ini.
”Kami berharap operasi pasar murah ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Nanin menambahkan, operasi pasar tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian pemkab terhadap masyarakat.
Dia menuturkan, operasi pasar tidak hanya digelar di Kecamatan Banyuwangi, tetapi juga di sejumlah titik lain di Bumi Blambangan.
Staf Koordinator Pasar Banyuwangi Aris Lila Candra mengatakan, meski operasi pasar murah tersebut disambut positif oleh masyarakat, namun khusus di wilayah Kecamatan Banyuwangi, pembeli tidak terlalu membeludak sebagaimana yang terjadi di beberapa titik lain.
”Pembeli mungkin terlihat banyak, tapi pagi hari saja. Agak siang sedikit sudah sepi. Padahal kami selaku pihak pasar juga terus menyebarkan informasi,” ujarnya.
Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Harisun menjelaskan, dalam setiap operasi pasar murah pihaknya mengeluarkan stok kurang lebih satu ton beras. Stok tersebut didistribusikan kepada masyarakat per kecamatan yang telah masuk dalam jadwal.
”Selama operasi pasar kami memberikan kuota maksimal dua kantong beras berukuran 5 kg. Itu jenis beras premium,” jelasnya.
Salah satu warga Kelurahan Kampung Mandar Siti Aminah mengaku bersyukur pemerintah daerah dapat memberikan fasilitas pasar murah. Dengan membeli bahan kebutuhan pokok di pasar murah, dia bisa menghemat uang belanja.
”Kalau di toko biasa selisihnya cukup terasa sekitar Rp 1.000 rupiah sampai Rp 2.000 rupiah. Kalau dikalikan beberapa item, selisihnya lumayan. Bisa digunakan untuk keperluan yang lain,” tandasnya. (tar/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin