Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Datangkan Beras dari Vietnam dan Thailand, Bulog Banyuwangi Pastikan Punya Cadangan hingga November 2024

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 29 September 2023 | 13:00 WIB
DARI THAILAND: Bulog Banyuwangi kembali kedatangan beras impor. Proses bongkar muat beras asal Negeri Gajah Putih tersebut masih berlangsung di Pelabuhan Tanjung Wangi, Selasa (27/6).
DARI THAILAND: Bulog Banyuwangi kembali kedatangan beras impor. Proses bongkar muat beras asal Negeri Gajah Putih tersebut masih berlangsung di Pelabuhan Tanjung Wangi, Selasa (27/6).

Jawa Pos Radar Banyuwangi – Harga kebutuhan pokok beras masih tetap tinggi hingga menjelang akhir bulan September.

Meski demikian, Bulog Banyuwangi memastikan ketersediaan beras di lapangan tetap tersedia, bahkan hingga 14 bulan lagi.

Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Harisun mengatakan, Bulog Banyuwangi saat ini masih menyimpan beras yang cukup untuk kebutuhan selama 14 bulan ke depan atau hingga November 2024.

Beras tersebut sebagian besar didatangkan dari Vietnam dan Thailand sejak pertengahan bulan ini.

Selama pertengahan tahun 2023, ada lima kali pengiriman beras impor dengan jumlah 24,6 ribu ton. Sebanyak 16 ribu ton dikirim ke tiga daerah, yakni Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Bondowoso.

Rinciannya, 7.000 ton beras dikirim ke Bali, 5.500 ton dikirim ke Nusa Tenggara Timur, dan 3.500 ton ke Bondowoso.

Ketiga daerah tersebut merupakan wilayah defisit beras. Sedangkan sisanya untuk cadangan bagi Bulog Banyuwangi.

Harisun mengatakan, di tengah kondisi kenaikan harga beras, pihaknya tengah menyalurkan beras bantuan pangan kepada 122.047 keluarga penerima manfaat (KPM).

Masing-masing KPM mendapatkan bantuan 10 kilogram beras. Bantuan pangan ini bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas beras. 

”Penyaluran bantuan pangan di Banyuwangi sudah kita lakukan mulai 18 septemer 2023 kemarin,” jelas Harisun.

Penyaluran dilakukan di masing-masing kantor desa dan kelurahan. Harisun menambahkan, bantuan pangan yang disalurkan saat ini adalah alokasi untuk bulan September.

Penyaluran bulan ini ditarget rampung pada 30 September. Bantuan pangan rencananya akan diberikan selama tiga bulan berturut-turut. Yakni bulan September, Oktober, dan November.

”Untuk bulan Oktober dan November rencananya akan kita distribusikan pada minggu pertama. Maksimal kita distribusikan pada minggu kedua. Penerimanya masyarakat yang sudah tercatat di data Kementerian sosial” ungkap Harisun. 

Saat ini harga eceran tertinggi (HET) beras medium Rp10.900 per kilogram. Sedangkan HET beras premium Rp13.900 per kilogram. Selama ini, Bulog sudah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga beras.

Selain bantuan pangan, sebelumnya Bulog sudah memasok beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke pasar-pasar yang menjadi catatan BPS dan Pemkab Banyuwangi.

”Kami juga melakukan operasi pasar yang bekerja sama dengan Disperindag, maupun gerakan pangan murah,” tandas Harisun. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#bulog #vietnam #beras #bali #bondowoso #impor #thailand #banyuwangi