Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Amankan Stok untuk Pawai Endog-Endogan Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Banyuwangi Borong Telur

Dedy Jumhardiyanto • Kamis, 21 September 2023 | 17:30 WIB
UNTUK ENDOG-ENDOGAN: Telur ayam ras selalu diburu warga Banyuwangi menjelang peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
UNTUK ENDOG-ENDOGAN: Telur ayam ras selalu diburu warga Banyuwangi menjelang peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

RadarBanyuwangi.id – Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat mulai melakukan aksi borong telur.

Aksi itu dilakukan untuk mengamankan stok telur. Pada momen Maulid nanti, harga telur diperkirakan akan naik akibat tingginya permintaan masyarakat.

Suwati, 53, warga Singojuruh sengaja datang ke Pasar Rogojampi untuk membeli bahan pokok menjelang peringatan Maulid.

Selain membeli bahan pokok, dia juga membeli telur dalam jumlah besar.

”Kalau Maulid kebutuhan telur memang sangat tinggi, mumpung harganya masih murah, sekalian beli yang banyak,” tutur ibu tiga anak ini.

Pada hari-hari biasa Suwati hanya membeli 2 kilogram (kg) telur. Untuk mengamankan stok, dia sengaja membeli telur 10 kg.

”Selamatan tradisi di kampung butuh banyak telur, selain dimasak juga untuk mengisi jodang kembang telur,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Supini. Nenek berusia 60 tahun ini membeli telur dalam jumlah besar untuk membuat kue basah.

Pasalnya, setiap peringatan Maulid Nabi di kampungnya, warga menyajikan kue basah sebagai sajian yang dibagikan kepada tetangga, kerabat, dan saudara.

”Kalau beli eceran ketemunya lebih mahal, maka belinya satu krat langsung,” ucapnya.

Saat ini harga satu kilogram telur ayam masih berada di kisaran Rp 28 ribu per kg. Harga tersebut masih relatif normal.

Baca Juga: Bangun Sinergisitas, Real Estate Indonesia Gelar Talkshow Serap Inspirasi di Banyuwangi

Biasanya menjelang peringatan Maulid Nabi harga telur bisa naik di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 34 ribu per kg.

”Alhamdulillah, harganya masih relatif stabil, semoga tidak ada kenaikan harga. Kalau harganya naik malah tidak dapat untung karena labanya tipis,” terang Supini.

Harga telur cenderung stagnan diduga akibat serbuan telur dari luar daerah, yakni Blitar.

Melimpahnya stok telur tersebut belum diiringi dengan peningkatan permintaan dari pembeli sehingga harganya relatif masih normal. (ddy/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#nabi muhammad saw #kembang #telur #maulid #banyuwangi #endog-endogan #kue basah