RadarBanyuwangi.id – Diduga imbas dari musim kemarau, sejumlah petani tomat di Kecamatan Singojuruh mulai kelimpungan.
Buah tomat pun terancam gagal panen. Petani bisa merugi karena daunnya banyak yang keriting, pohonnya layu, dan menguning.
Buah tomat yang dihasilkan cenderung lebih kecil dan seperti membusuk.
”Kalau kondisi normal bisa panen sampai 25 kilogram (kg). Sekarang di bawah 10 kg,” ungkap Abdul Holik, salah seorang petani tomat.
Holik tidak mengetahui secara pasti mengapa tanaman tomat miliknya tumbuh kerdil.
Buahnya kecil, batang dan daunnya seperti mengering. Dia menduga tanaman tomatnya gagal panen karena faktor cuaca yang cenderung lebih panas dibanding biasanya.
Pada awal tanam, suhu panas mengakibatkan serabut halus di akar tanaman gosong.
Akibatnya, asupan nutrisi yang seharusnya mengalir ke batang menjadi berkurang. Tanaman banyak yang layu, pertumbuhannya tidak maksimal.
”Tanahnya tidak teraliri air dengan baik akibat debit air berkurang. Kondisi tanah jadi kering dan otomatis berpengaruh pada tanaman,” katanya.
Holik masih bersyukur karena dalam beberapa hari sempat hujan.
Setidaknya tanah sedikit basah dan tanaman bisa mendapat asupan nutrisi.
”Selain pohon yang mengering, buah tomatnya juga membusuk. Tanaman dan buah tomat rusak akibat kekeringan. Kondisi seperti ini sudah berlangsung beberapa pekan,” jelasnya. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin