RadarBanyuwangi.id – Fenomena cuaca panas ekstrem atau El Nino yang tengah melanda tanah air diperkirakan mengurangi produksi beras mencapai 300 ribu ton sampai 1,2 juta ton.
Namun kabar baiknya, stok beras di Banyuwangi dipastikan aman untuk mencukupi kebutuhan warga hingga akhir tahun, bahkan hingga belasan bulan ke depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Ilham Juanda mengungkapkan, stok beras untuk masyarakat Bumi Blambangan masih mencukupi. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan upaya antisipasi dampak El Nino.
”Oleh karena itu, kami mulai bekerja sama dengan lintas instansi terkait untuk mengantisipasi fenomena El Nino,” ujarnya, Kamis (7/9).
Berdasarkan data yang dimiliki Dispertan, panenan pada Juli mencapai 9.176 hektare (ha). Sedangkan total panenan sejak Januari hingga Juli mencapai 56.578 ha.
Menurut Ilham, panenan di Banyuwangi tiap tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 panen gabah sebesar 784.732 ton, sedangkan tahun 2022 mencapai 785.650 ton.
”Kami yakin panen padi tahun ini meningkat karena luas panenan padi juga meningkat, harapan kami bisa mencapai 787.234 ton di tahun 2023,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Banyuwangi Harisun membenarkan stok beras di Bumi Blambangan masuk kategori aman. ”Stok yang ada saat ini sebanyak 18.700 ton. Stok tersebut merupakan ketahanan pangan hingga 14 bulan ke depan,” katanya.
Pihaknya juga masih menyerap beras dari petani. Sehingga, Harisun optimistis stok pangan di Bumi Blambangan sangat aman.
”Kami masih menyerap gabah dari petani. Bulog siap menerima hasil panen dari para petani tersebut,” pungkasnya.
Sebagaimana dilansir Jawa Pos.com, dampak El Nino diperkirakan mengurangi produksi beras sebanyak 300 ribu ton sampai 1,2 juta ton. Kekurangan produksi itu akan disiasati Kementerian Pertanian (Kementan) RI. (rei/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin