Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Beras Naik di Pasaran, Bulog Banyuwangi Klaim Stok Cukup hingga 14 Bulan ke Depan

Ayu Lestari • Kamis, 31 Agustus 2023 | 15:00 WIB
beras-surplus-sampai-usai-hari-raya
beras-surplus-sampai-usai-hari-raya

RadarBanyuwangi.id Kenaikan harga beras mulai terjadi di beberapa wilayah, khususnya Banyuwangi. Kenaikan berada di kisaran Rp 700 hingga Rp 1000 rupiah.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop-UMP) Nanin Oktaviantie mengatakan, saat ini harga beras medium mulai menginjak harga Rp 9.800. Sedangkan jenis premium masuk di harga Rp 13.000.

Dari pantauan Diskop-UMP, kenaikan harga beras ini terjadi sejak seminggu lalu. Pihaknya, kata Nanin, terus melakukan koordinasi dengan pimpinan daerah terkait permasalahan tersebut agar mendapat penanganan. Sehingga stok beras yang ada di masyarakat tidak menipis.

”Bersyukur Banyuwangi masih masuk kategori harga aman. Rata-rata kenaikan harga berkisar antara Rp 700 hingga Rp 1000 rupiah. Alasan salah satunya karena panen di beberapa wilayah yang menjadi penyubang terbesar berkurang,” jelas Nanin Oktaviantie.

Diskop-UMP Banyuwangi masih bisa bersyukur karena harga beras medium di Jawa Timur, terutama Banyuwangi, masih tergolong harga yang cukup rendah.

“Untuk yang tertinggi Kabupaten Lumajang. Sedangkan untuk beras jenis premium di Banyuwangi masuk urutan nomor lima,” ujar Nanin usai mengikuti zoom meeting dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim.

Zoom meeting ini diikuti seluruh kepala dinas yang menangani perdagangan di Jawa Timur. Salah satu bahasa adalah kenaikan harga beras di beberapa daerah.

Nanin mengaku, untuk mengantisipasi permasalahan tersebut pihaknya terus melakukan koordinasi dan berusaha meningkatkan kolaborasi dengan beberapa stake holder terkait seperti Bulog dengan melakukan pendistribusian beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan).

”Kemarin (30/8) kami juga diminta data toko-toko di pasar yang bisa mendapat distribusi beras tersebut. Dari target 25 toko kami memberikan 31, tentu harapannya bisa lebih dari itu,” kata dia.

Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Harisun menjelaskan, saat ini stok beras terpantau sangat aman. Yakni mencapai 18.700 ton atau setara dengan ketahanan pangan 14 bulan. Pihaknya terus melakukan intervensi dengan melakukan pengiriman beras di wilayah pasar Blambangan, Banyuwangi, Jajag, Giri, dan Genteng, secara rutin setiap hari.

”Untuk meredam kenaikan harga, kami juga bekerja sama dengan Diskop-UMP untuk menyelenggarakan operasi pasar murah mulai dari wilayah Wongsorejo, Kalibaru, hingga Glenmore dengan mensuplai beras per kecamatan yakni 10 ton tiap hari. Namun tidak setiap hari habis,” ujarnya.

Harisun mengaku, musim el nino yang saat ini melanda sedikit banyak membawa dampak bagi para petani yang akan melakukan panen. Otomatis produktivitas ketika panen tersebut memang tidak sesuai harapan.

”Namun kami juga telah mendapat imbauan agar lebih masif lagi mengirimkan stok beras di pasaran. Kami juga memastikan stabilitas beras akan terjaga sepanjang tahun ini,” tandasnya. (tar/als)

Editor : Ali Sodiqin
#toko #bulog #beras #operasi pasar #premium #stok #harga #medium