Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Libur dan Tahun Baru Harga Telur Kembali Meroket

Syaifuddin Mahmud • Selasa, 6 Desember 2022 | 16:02 WIB
BAHAN POKOK: Harga telur di sejumlah kios di Pasar Rogojampi mengalami kenaikan, Jumat (2/12). (AYU LESTARI/RABA)
BAHAN POKOK: Harga telur di sejumlah kios di Pasar Rogojampi mengalami kenaikan, Jumat (2/12). (AYU LESTARI/RABA)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga telur ayam ras di pasaran mulai meroket. Tidak terkecuali di Pasar Rogojampi. Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan harga komoditas yang satu ini mencapai Rp 4 ribu per kilogram (kg).

Sebelumnya, harga telur ayam ras ”hanya” sebesar Rp 25 ribu per kg. Namun, sejak sepekan terakhir harganya cenderung naik. Meski terjadi sedikit demi sedikit, namun kalangan konsumen mulai mengeluhkan kenaikan harga tersebut.

Salah satu penjual bahan pokok di Pasar Rogojampi Ni’matul Hikmah mengatakan, dalam sepekan harga telur terus naik. ”Harga jualnya semakin mahal, yakni mencapai Rp 29 ribu per kg,” ujarnya kemarin (2/12).

Dikatakan, kenaikan telur tersebut tidak secara tiba-tiba namun bertahap. ”Naiknya mulai Rp 300 per kg dan terus sampai sekarang (kemarin) kenaikannya sudah lebih dari Rp 2 ribu per kg,” ujarnya.

Hikmah memperkirakan, kenaikan harga telur tersebut akan terus terjadi hingga perayaan Natal dan Tahun Baru 2023. Namun menurut dia, hal tersebut sudah biasa terjadi.

Meski kalangan konsumen mulai mengeluh, namun Hikmah mengaku tak bisa berbuat banyak. ”Banyak pelanggan yang mulai mengeluh. Saya hanya bisa menjawab bahwa saya ambil untung tidak seberapa. Sedangkan ditempat lain ada yang menjual lebih mahal, yakni di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 31 ribu per kg,” tuturnya

Hikmah menambahkan, saat harga telur ayam ras naik, harga telur puyuh justru turun. Telur puyuh yang sebelumnya mencapai Rp 26 ribu per kg kini turun menjadi Rp 23 ribu per kg. ”Saya juga kurang paham alasannya apa, tapi mungkin karena mendekati Natal sehingga harga telur ayam ras menjadi lebih mahal,” akunya.

Salah satu konsumen, Niken mengaku, harga telur yang meroket tersebut memang membuat pengeluaran untuk keperluan rumah tangga membengkak. Namun, dia sendiri tidak bisa mengurangi pembelian. ”Sekarang kalau kita niatnya ingin menghemat, misalnya membeli telur hanya setengah kilogram, nanti juga akan beli lagi kalau stok sudah habis. Jadi, ya mau bagaimana lagi. Sudah kebutuhan sehari-hari, tidak bisa dikurangi,” pungkasnya. (cw5/sgt/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Komoditas #Libur Panjang #harga telur #Nataru