Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Harga Bahan Pokok Mulai Naik

Syaifuddin Mahmud • Senin, 28 November 2022 | 13:05 WIB
TUNGGU PEMBELI: Siti Marsinem berjualan kebutuhan bahan pokok di Pasar Tradisional Jajag, Kamis (25/11). (SOFIAN/RABA)
TUNGGU PEMBELI: Siti Marsinem berjualan kebutuhan bahan pokok di Pasar Tradisional Jajag, Kamis (25/11). (SOFIAN/RABA)
CLURING, Jawa Pos Radar Banyuwangi Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru), harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional mulai mengalami kenaikan. Banyaknya permintaan masyarakat mengakibatkan persediaan barang dari pemasok mulai menipis.

Faktor lain yang menyebabkan melonjaknya harga bahan pangan yakni kondisi cuaca. Akhir-akhir ini, Banyuwangi sering mengalami hujan deras. Kondisi ini mengakibatkan petani tidak bisa memaksimalkan hasil panen. Sedangkan pedagang di pasar tradisional mengambil bahan-bahan pokok dari petani setempat.

Salah satu pedagang di Pasar Tradisional Jajag, Siti Marsinem mengatakan, biasanya bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang Nataru. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan yaitu bawang merah. Harga sekilo bawang merah saat ini berada di kisaran Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu.

Sementara itu, imbuh Marsinem, tomat yang sebelumnya berada di harga Rp 5 ribu per kilogram, sekarang mencapai Rp 11 ribu sampai 12 ribu per kilogram. Kentang dijual di pasaran dengan harga Rp 14 ribu per kilogram. Telur ayam ras naik dari harga Rp 27 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram.

Bagaimana dengan harga cabai? Komoditas berasa pedas itu mengalami penurunan dari harga yang sebelumnya Rp 20 ribu–Rp 22 ribu per kilogram menjadi Rp 19 ribu per kilogram. ”Harga cabai di pasaran saat ini naik turun. Namun, kenaikan harga bahan pokok tidak mengurangi minat beli masyarakat. Kenaikan tersebut sudah menjadi tradisi saat menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru,” kata Bu Mar, panggilan akrab Siti Marsinem.

Salah satu konsumen Pasar Tradisional Jajag, Wiwit mengaku tidak terlalu mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok. Namun, bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha, menurutnya kenaikan tersebut akan cukup berimbas. ”Kenaikan bahan pokok akan mempersulit warung-warung yang menjual makanan,” ujarnya. (mg1/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Tahun Baru #Nataru #Libur Natal #harga sembako