Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stok di Petani Melimpah, Harga Bawang Merah Pun Anjlok

Agus Baihaqi • Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:33 WIB
TERSEDIA: Stok penjual bawang merah melimpah hingga harga di Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng anjlok, Selasa (9/8). (Irham Muzaki/Radar Genteng)
TERSEDIA: Stok penjual bawang merah melimpah hingga harga di Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng anjlok, Selasa (9/8). (Irham Muzaki/Radar Genteng)
GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Harga bawang merah yang sempat bertahan dengan harga Rp 65 ribu per kilogram, kini anjlok. Saat ini, harga bumbu dapur itu di Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng hanya Rp 35 ribu per kilogram.

Harga bawang merah yang anjlok itu turun secara bertahap. Setiap tiga atau lima hari, turun sebesar Rp 5000 per kilogramnya. “Harga bawang merah mulai turun, selama ini bertahan Rp 65 ribu per kilogram,” cetus salah satu penjual bawang merah di Pasar Genteng I, Umi Kulsum, 51.

Menurut Umi, harga bawang merah yang mencapai Rp 65 ribu per kilogram, itu sangat tinggi. Pernah harga mencapai Rp 70 ribu per kilogram, tapi tidak bertahan lama. “Sekarang harga bawang merah hanya Rp 35 ribu per kilogram,” cetus warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon itu.

Bila dilihat dari harga yang terus turun ini, Umi memprediksi harga bawang merah masih akan turun lagi. Biasanya, harga salah satu bumbu dapur ini bisa turun sampai harganya Rp 15 ribu cper kilogram. “Kalau tidak turun lagi, mungkin akan bertahan di harga sekarang dengan waktu lama,” jelasnya.

Pedagang lainnya, Rodiah, 58, mengaku telah menjual bawang merah Rp 35 ribu per kilogram. Menurutnya, harga bawang merah itu samadengan cabai yang sering naik turun. Kalau bawang putih, masih stabil di angka Rp 25 ribu per kilogram. “Bawang merah dalam beberapa hari saja bisa turun banyak,” ujarnya.(mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi
#harga bawang #ekonomi #sembako #pertanian