Salah satu toko modern Basmallah, Nuril Huda, 24, mengatakan penurunan migor kemasan terjadi sejak seminggu lalu. Bila sebelumnya harga migor Rp 21 ribu per liter, turun menjadi Rp 15 ribu per liter. “Sejak 1 Juli terjadi tiga kali penurunan harga,” katanya.
Pada Jumat (1/7), jelas dia, harga migor kemasan mulai turun menjadi Rp 24 ribu per liter. Selanjutnya pada Jumat (8/7), kembali turun menjadi Rp 21 ribu per liter. “Lalu turun lagi menjadi Rp 15 ribu per liter ini,” ujarnya.
Nuril menyampaikan semua jenis migor kemasan mengalami penurunan. Tapi, untuk yang kemasan premium harganya masih lebih mahal sedikit, yakni Rp 19 ribu per liter. “Stok minyak goring masih banyak,” terangnya.
Harga migor kemasan yang turun ini, juga terjadi di toko grosir Ngajio Mart di Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono. Di toko itu, meski harga migor turun, pembelian tidak dibatasi. “Pembeli bebas kalau mau beli,” cetus penjaga toko Ngajio Mart, Abdul Salim.
Ini berbeda dengan peraturan dua bulan lalu. Saat itu, setiap pembeli hanya dibolehkan membeli dua liter, karena stok yang terbatas. “Sekarang stok minyak goring banyak dan harganya juga turun,” jelasnya.(mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi