SRONO, Jawa Pos Radar Genteng – Memasuki hari ketiga kebijakan pemerintah yang menurunkan harga minyak goreng (migor) dari Rp 19 ribu per liter menjadi Rp 14 ribu per liter, ternyata di sejumlah ritel modern yang ada di wilayah Banyuwangi selatan, mendadak kehabisan stok.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, di rak toko modern yang biasa dibuat untuk memajang migor kemasan satu liter ataupun dua liter tampak kosong. Mereka berdalih, stok migor habis diserbu pembeli. “Warga banyak yang cari minyak goreng,” terang Ulya Annur, salah stau karyawan Alfamart di Desa Kebaman, Kecamatan Srono.
Menurut Ulya, setelah pemerintah menetapkan harga migor Rp 14 ribu per liter di ritel modern, warga banyak yang datang untuk membeli minyak goreng hingga stok habis dan belum ada kiriman lagi. “Sudah dua hari ini stok minyak goreng kosong,” katanya.
Ulya mengaku tidak tahu kapan kiriman migor akan datang lagi. Untuk pengiriman barang ini, ditentukan oleh kantor cabang di Jember. “Kita hanya bisa menunggu kiriman,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Stok migor yang kosong di ritel modern, juga terlihat di wilayah Kota Genteng. Meski warga yang membeli sudah dibatasi paling banyak hanya dua liter per orang, tapi stok migor cepat habis. “Migor cepat habis,” terang karyawan Indomaret 3 Genteng, Arif Budianto.
Arif menyebut stok migor di Indomaret 3 yang berlokasi di Jalan Diponegoro nomor 47, Desa Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, ini habis sejak Kamis (20/1). Dan hingga kini, belum ada kiriman lagi. “Pengiriman barang itu tidak pasti, kita hanya bisa menunggu,” terangnya.
Selama dua hari ini, masih kata dia, warga yang ingin membeli migor sangat banyak. Tapi karena stok habis, pihaknya tidak bisa melayani. “Hasil penjualan langsung masuk ke kantor pusat, jadi kalau barang habis sudah diketahui pusat,” ujarnya.
Untuk memudahkan warga mengerti kalau migor di Indomaret 3 Genteng ini habis, maka karyawan di ritel modern itu memasang tulisan di rak yang biasa dibuat memajang migor. Tulisan itu berbunyi, mohon maaf stok minyak goreng habis, yang tersisa hanya kenangan.
Toko modern lain yang kehabisan stok migor di Kota Genteng, itu oko Daipong Junior, Murni Mart, Swan Mart, Alfamart, dan Indomaret. “Disini diserbu warga, stok langsung habis,” terang karyawan Indomart 1 di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Erwin Maulana.
Editor : Rahman Bayu Saksono