Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Catat Lur, Ini 4 Keutamaan Memuliakan Anak Yatim, Salah Satunya Dicatat sebagai Amal Jariah

Niklaas Andries • Jumat, 16 Februari 2024 | 20:07 WIB

BERPAHALA : Menyantuni anak yatim merupakan amalan yang diganjar sebagai bentuk jariah.
BERPAHALA : Menyantuni anak yatim merupakan amalan yang diganjar sebagai bentuk jariah.
Radarbanyuwangi.id – Islam merupakan agama yang memberikan perhatian khusus terhadap anak yatim. Kondisi yatim dikarenakan seorang anak ditinggal wafat oleh ayahnya sebelum masa balighnya tiba.

Hal itu tentu saja menjadi berat bagi seorang anak. Selain kehilangan kasih sayang seorang ayah. Dia juga kehilangan tulang punggung dalam mencari nafkah. Hal inilah yang kemudian Islam sangat memuliakan anak yatim.

Keutamaan menyantuni anak yatim terdapat dalam firman Allah Q.S Al-Baqarah ayat 220, yang bunyinya :

“Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!” Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana”

Bahkan Allah lebih tegas sampai mengategorikan seseorang sebagai pendusta agama ialah mereka yang menghadrik anak yatim. Seperti tertuang dalam Q.S Al Maun Ayat 1 dan 2 yang bunyinya : 

"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim."

Selain disebutkan dalam ayat Alquran. Banyak keutamaan yang disebutkan dalam Al Hadist terkait jaminan bagi mereka yang memuliakan anak yatim. Berikut beberapa keutamaan menyantuni dan memuliakan anak yatim  tersebut adalah : 

  1. Dekat dengan rasulullah di surga seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah 

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَنَاوَكَافِلُ الْيَتِيْمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَبِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا

Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan orang yang memelihara anak yatim itu akan masuk surga seperti ini,”. Nabi memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggang keduanya. (HR. Bukhari).

  1. Dijamin masuk surga 

Siapa yang tidak ingin masuk surga? Tempat yang penuh kenikmatan tapi untuk meraihnya tentu tidak mudah, memerlukan ketakwaan. Kabar baiknya, ada jaminan masuk surga untuk orang-orang yang memilihara anak yatim

“Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

  1. Terhindar dari siksa pada hari kiamat 

Pada hari kiamat saat semua amal diperhitungkan, kita tentu akan mendapat balasan dari apa yang kita perbuat di dunia. Namun kabar baik bagi yang menyayangi anak yatim Allah tidak akan menyiksa pada hari akhir 

“Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR Thabrani dari Abu Hurairah).

  1. Amal yang tidak terputus 

Ketika kita meninggal kelak akan terpustus amal kita kecuali, tiga perkara yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakan. Apabila kita mengurus anak yatim insya Allah mereka juga tidak akan lupa untuk mendoakan kita 

Jika manusia mati atau terputus amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat serta anak saleh yang selalu mendoakannya,” (HR Muslim Abu Hurairah). (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#siksa #ayah #Jari #Amal #al quran #yatim #surga #kasih sayang #wafat #kiamat #jariyah #Anak #muhammad #allah