Para buraq ini sedang bermain dengan riang gembira. Mereka bermain, berlarian, dan saling berkejaran. Namun Jibril melihat ada satu buraq yang menyediri. Saat dihampiri dia sedang menangis.
Saat Jibril menyapa, buraq tadi menangis karena mengaku rindu akan sosok diri Nabi Muhammad SAW. Atas dasar itulah, pembawa wahyu ini pun memutuskan untuk membawa buraq tadi sebagai tunggangan Nabi Muhammad SAW.
Setelah dihias dengan perhiasan dari surga, buraq dan Jibril segera turun ke bumi untuk menjemput Nabi Muhammad SAW. Buraq inilah yang menjadi kendaraan selama proses Isra Mi'raj berlangsung.
Nama buraq sendiri bersumber dari kata barq. Artinya kilat. Pengertian ini merujuk kecepatan hewan ini yang mampu melesat secepat kilat. Ada pula yang menyatakan sebutan buraq merujuk pada warna putih yang mengkilat seperti kilauan cahaya.
Dalam sejumlah riwayat hadis, buraq adalah sejenis hewan berwarna putih yang memiliki sayap di kedua pahanya. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada keledai. Namun sedikit lebih kecil dari kuda.
Anas bin Malik mengatakan bahwa Rasulullah bercerita,
"Dibawakan kepadaku buraq, sejenis binatang berwarna putih, dengan tubuh yang lebih besar dari pada kedelai dan lebih kecil dari pada bagal. Langkah kakinya sejauh matanya memandang. Ia meletakkan kedua kaki depannya di ufuk batas jangkauan penglihatannya."
Seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA bahwa Buraq memiliki pipi seperti pipi manusia, tubuhnya seperti tubuh kuda, kaki-kakinya seperti kaki unta, kuku serta ekornya seperti kuku dan ekor sapi betina, dan dadanya seperti sebongkah batu mulia berwarna merah.
Dia mampu bergerak dengan cepat. Kecepatan langkahnya seperti kilat dan sejauh mata memandang. Bisa dibayangkan jika buraq menaiki sebuah bukit maka kedua kaki belakangnya terangkat. Sebaliknya, kedua kaki depannya yang terangkat bila buraq menuruni sebuah bukit.
Semua ini merupakan bagian dari tanda kebesaran Allah SWT dan bukti kemuliaan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Dan banyak kisah menukil bila nanti di hari kebangkitan di Padang Makhsyar. Buraq ini akan kembali ditugaskan menjemput Nabi Muhammad SAW.
Buraq akan menjadi tunggangan nabi saat menuju pusat timbangan amal untuk memberikan syafaat bagi umatnya. (*)