Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bukan Bos tapi Berani Boros

Ali Sodiqin • Sabtu, 7 Januari 2023 - 20:05 WIB
Ahmad Syahirul Hadji, Siswa SMA Ibrahimy, Sukorejo, Situbondo. Asal Lombok Barat, NTB.
Ahmad Syahirul Hadji, Siswa SMA Ibrahimy, Sukorejo, Situbondo. Asal Lombok Barat, NTB.
KEBANYAKAN kita sebagai manusia mau enaknya saja, ketimbang proses yang sangat sulit untuk diterima. Padahal yang menentukan enaknya kita di kemudian hari adalah proses yang kita jalani. Namanya juga manusia, berani mengambil risiko walaupun nyawa jadi taruhan, akan tetapi nafsu mendapat ganjaran.

Akal sudah tak berlaku di dunia sekarang. Terlebih ketika kita melakukan tindakan yang mengedepankan nafsu bukan pikiran. Seperti makan tanpa kenyang, atau boros ketika mengunjungi dagangan orang.

Berbelanja adalah aktivitas wajib bagi kita. Karena dengan transaksi tersebut, pergulatan ekonomi menjadi stabil dan kita mendapatkan keuntungan. Baik melalui dagangan atau melalui uang.

Keserakahan manusia tak dapat dihentikan dengan akal kecuali dengan tindakan. Memang manusia boros ketika melihat barang bagus, atau yang menarik di samping jalan atau daerah perbelanjaan.

Belanja mengatakan, habiskan uangmu agar semua barang menjadi milikmu. Hal demikian menjadi tanda bahaya bagi peradaban. Karena dengan demikian, menandakan kita harus waspada dengan uang karena menjadi faktor pemborosan.

Bukan bos tapi berani boros. Kemungkinan tidak memikirkan risiko yang dihadapi kemudian. Atau lebih memikirkan keasyikan ketika merasakan hawa senang. Tapi kemungkinan, ketika mereka sadar, mereka akan menangis karena kebutuhan pangan belum dimiliki.

Memang banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kehidupan ke depan. Tetapi lihatlah, kondisi yang sekarang jika Anda krisis, maka jangan berani-berani menjadi bos dadakan. Mungkin karena ada teman mereka, sehingga membuat gengsi merajalela. Tapi jika kondisi Anda berbeda, mungkin Anda sedang sejahtera akibat jual tanah atau pun sebagainya, silakan menjadi bos dadakan yang membuat Anda viral. Selanjutnya lihatlah keadaan keluarga Anda. Jika sudah terpenuhi semua, lakukan apa yang Anda inginkan. Tetapi saran saya, tahan semua tindakan. Pikirkan masa depan. Mungkin Anda sedang ditunggu masalah besar.

Kemungkinan Anda banyak untuk melakukan tindakan, melihat banyaknya kasus sekarang, seperti penggelapan uang atau melakukan sikap yang keluar dari jalur keselamatan. Karena terkadang manusia memikirkan indahnya saja, tidak membawa serta kemungkinan terburuk dari tindakan yang dilakukan. Intinya, jika sudah mengetahui keadaan, silakan lakukan tindakan yang tepat untuk menghadapi permasalahan atau keadaan.

Sebagai manusia berakal, sadarlah akan tindakan. Karena dengan keborosan dan tindakan penyombongan tidak membuat Anda menjadi raja atau menjadi orang kaya ke depannya.

Saran saya, sesuaikan kondisi dan situasi jika ingin melakukan tindakan. Akhirul kalam, semoga kita sadar pentingnya hemat dan menjaga harta dari keborosan sia-sia, tanpa guna yang semestinya. (*)

*) Siswa SMA Ibrahimy, Sukorejo, Situbondo. Asal Lombok Barat, NTB. Editor : Ali Sodiqin
#kolom #artikel #boros #opini