Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Guru Kreatif dan Inovatif Sebuah Keharusan

Ali Sodiqin • Sabtu, 26 November 2022 | 20:35 WIB
Junaidi, Guru PAI di MTsN 11 Banyuwangi.
Junaidi, Guru PAI di MTsN 11 Banyuwangi.
PROSES pembelajaran tidak bisa dipisahkan dengan pengembangan pembelajaran. Terutama pengembangan metode, media pembelajaran, dan ruang belajar. Pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis dan terencana, guru harus mempersiapkan diri untuk melakukan suatu proses pembelajaran. Pada proses pembelajaran perlu persiapan dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang tersusun secara sistematis.

Guru yang profesional adalah guru yang dapat mengembangkan media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran yang akan dilaksanakannya. Pengembangan media pembelajaran dilakukan oleh guru hendaknya berlangsung secara berkelanjutan sehingga akan timbul inovasi-inovasi sesuai dengan perkembangan zaman. Pengembangan media pembelajaran tidak harus sesuatu yang canggih, guru dapat mengembangkan media pembelajaran sederhana namun sangat bermanfaat pada proses pembelajaran dan membuat proses pembelajaran menjadi bermakna.

Pengembangan metode, media pembelajaran, dan ruang belajar akan terwujud, jika didukung oleh guru yang kreatif dan inovatif. Guru kreatif akan terus melahirkan inovasi-inovasi pembelajaran dan suasana belajar yang menyenangkan.

Kreativitas tidak boleh pergi dari kehidupan seorang guru dalam dedikasinya mendampingi dan mendidik peserta didik. Inovasi akan dunia pendidikan akan menjadi arah yang dahsyat dalam berkreasi dalam proses pembelajaran dan pengembangan profesionalisme guru. Kreativitas dan inovasi benar-benar seperti bunga yang harus dipelihara sehingga tumbuh subur dan berbunga bagi kesegaran dan kebugaran dunia pendidikan.

Guru yang kreatif dan inovatif akan selalu menciptakan hal yang baru. Sebuah semangat kreatif dan inovatif dalam pendidikan benar-benar menjadi sebuah ciri khas akan sebuah pendidikan yang berorientasi proses.

Di antara hasil guru yang kreatif dan inovatif dapat membentuk ruang belajar yang rekreatif seperti menciptakan suasana kelas yang indah dan menyenangkan. Dan dibuat ruang-ruang terbuka untuk bisa dimanfaatkan sebagai ruang belajar. Misalnya, taman sekolah/ madrasah dimodifikasi sebagai taman belajar. Bahkan, kantin madrasah bisa dimanfaatkan menjadi kantin pintar.

Kantin pintar bukan sekadar menyediakan makanan dan minuman. Tetapi juga menyediakan berbagai ornamen pembelajaran, seperti pojok baca, kuis berhadiah makanan, pajangan hasil karya, dan lain-lain.

Guru yang kreatif dan inovatif mampu menerapkan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang bervariasi. Seperti learning by doing menjadi sebuah model pembelajaran bersama antara guru dan peserta didik dalam bergelut dengan berbagai informasi, material, aktivitas, dan tujuan yang ada. Pembelajaran tidak akan diselimuti kebosanan oleh "bualan" guru yang tidak jelas arah dan tujuannya. Atau sebaliknya, guru tidak dibuat jenuh dengan tingkah laku peserta didik, sehingga terjebak pada aksi intimidasi dan penghakiman.

Pembelajaran akan begitu indah dan menyenangkan serasa bertamasya di pantai dengan hamparan pasir yang menggelitik kaki indah kita, dan bentangan samudera yang menyegarkan mata hati. Peserta didik memiliki kesempatan melakukan sebuah kegiatan dalam proses pembelajaran, sehingga mereka mampu menerapkan ilmu itu dalam tataran praktis. Uji coba, pentas, simulasi, dinamika kelas, desain aplikasi, debat, role-play, dan penelitian, adalah bentuk-bentuk pembelajaran dengan melakukan sesuatu.

Learning by teaching. Ini pun menjadi sebuah model pembelajaran bersama antara guru dan peserta didik serta antar-anak didik itu sendiri. Guru bukanlah satu-satunya sumber pembelajaran tetapi siapa pun bisa menjadi sumber pembelajaran yang baik dan menarik. Pembelajaran dalam kelompok kecil atau besar akan menjadi sebuah model pembelajaran yang menarik untuk saling berbagi pengalaman dan ilmu. Perbedaan dalam kelompok adalah sebuah keragaman untuk saling melengkapi sehingga perbedaan bukan sebuah alasan untuk dipertentangkan. Guru yang baik kadang kala anak-anak bisa menjadi guru yang baik bagi rekan sebayanya, dengan bahasa dan pemahaman seusia mereka. Bahkan, kreativitas dan inovasi itu dengan cepat dan luas muncul dalam pengajaran dengan sesama.

Learning by assessing, menjadi sebuah kekuatan tersendiri dalam sebuah pembelajaran untuk saling mengembangkan satu sama lain. Inti dari assessment bukanlah untuk sebuah penghakiman dengan mencari titik lemahnya. Namun justru untuk proses pengembangan, dengan melihat kekurangan dan kelebihannya.

Assessment yang baik dari guru juga akan menentukan arah pembelajaran itu. Bagaimana guru memberikan feedback adalah sebuah bentuk dari bagaimana guru itu benar-benar peduli akan proses pembelajaran peserta didik. Feedback (baik lisan maupun tertulis) untuk setiap aktivitas anak didik sangat penting untuk mendampingi anak didik mencapai tujuan pembelajaran. Bahkan dalam assessment antar-anak didik pun menjadi sebuah dinamika yang menarik di mana mereka bisa saling memberikan masukan atas hasil kerja atas pembelajaran tertentu. Menilai orang lain secara objektif kadang sangat sulit. Begitu pula dengan peserta didik sehingga mereka pun perlu diberi kesempatan untuk saling menilai satu sama lain.

Akhirnya, guru kreatif, inovatif yang didukung oleh ruang belajar rekreatif, mampu mengimajinasi pembelajaran sebagai sebuah tamasya ke pantai bersama peserta didik. Kegembiraan dan kebahagiaan mengawali perjalanan tamasya itu dan akhirnya pun diakhiri dengan sebuah kegembiraan dan kebahagiaan kembali dalam sebuah pemaknaan akan hidup ini yang merupakan sebuah pembelajaran yang tak ada henti.

Lalu, kita akan tamasya ke mana lagi? Tampaknya mendaki gunung akan memberi pengalaman dan nuansa yang berbeda dengan pergi ke pantai. Pendidikan bukanlah sebuah tempat yang menyeramkan, tapi justru menyenangkan dan menggairahkan. (*)

*) Guru PAI di MTsN 11 Banyuwangi. Editor : Ali Sodiqin
#guru #kreativitas #artikel #Inovatif #opini