RADAR SITUBONDO – Angin puting beliung menerjang rumah warga di Dusun Campalok, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo, Selasa lalu (26/9).
Akibatnya, sekitar 14 rumah mengalami kerusakan ringan hingga rusak total. Hingga Rabu (27/9) masih banyak rumah yang belum diperbaiki.
Informasi yang dihimpun koran ini, angin puting beliung terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 15.00. Saat itu banyak warga yang menjerit dan meninggalkan rumah begitu melihat angin yang berputar kencang melewati rumahnya.
“Saat ada angin (puting beliung) saya ya keluar dari rumah, takut rumah saya ambruk,” kata Mistawi, salah satu korban puting beliung.
Kata dia, saat puting beliung melewati halaman rumahnya, dia sempat bersyukur karena rumahnya tidak sampai rusak.
Namun, tidak lama kemudian angin yang sudah mengarah ke arah selatan berbalik arah dan menghajar rumahnya.
“Dibilang lucu ya ini musibah. Tapi saya sempat bersyukur saat angin lewat di rumah saya tapi rumah saya tidak rusak. Habis bersyukur, anginnya balik lagi dan merusak rumah saya,” kata Mistawi.
Akibat kejadian tersebut, rumah yang ditempati Mistawi dan istri sekaligus satu anaknya mengalami kerusakan cukup parah. Akhirnya dia harus numpang tidur di rumah saudaranya untuk sementara waktu.
“Ini kerugiannya cukup banyak. Untuk memperbaiki butuh modal besar. Sementara ini, saya biarkan dan numpang tidur di rumah saudara,” ucap Mistawi.
Koordinator BPBD Situbondo Puriyono mengatakan, berdasarkan perhitungan cepat tim BPBD ada 14 rumah rusak akibat dihajar puting beliung. Ada yang rusak ringan, sedang hingga rusak total.
“Rusak sedang empat rumah, rusak ringan tujuh rumah, rusak berat dua rumah, dan rusak total satu rumah. Untuk yang rusak total ditaksir kerugian Rp 15 juta, yang rusak sedang masing-masing Rp 3 juta, yang rusak ringan Rp 1 juta,” tegas Puriyono.
Pantauan koran ini, rumah yang rusak ringan sebagian sudah diperbaiki. Sedangkan yang rusak berat seperti asbes pecah masih dibiarkan begitu saja.
Sejumlah warga yang menjadi korban rata-rata mengaku belum mendapatkan bantuan apa-apa dari pemerintah. Namun sejumlah instansi sudah banyak yang datang untuk melakukan pendataan. (hum/pri)
Editor : Ali SodiqinSumber : Jawa Pos Radar Situbondo