Warga Dawuhan Jaga Ketat Lokalisasi Burnik, PSK Pilih Buka Praktek di Tempat Baru

Humaidi. • Dipublikasikan Kamis, 15 Juni 2023 | 01:15 WIB
SIAGA: Warga Kelurahan Dawuhan bersama jajaran Forkopimcam Situbondo melakukan penjagaan di kawasan lokalisasi Burnik, belum lama ini.
SIAGA: Warga Kelurahan Dawuhan bersama jajaran Forkopimcam Situbondo melakukan penjagaan di kawasan lokalisasi Burnik, belum lama ini.

RADAR SITUBONDO – Usaha warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, bersama jajaran Forum Komunikasi Kecamatan (Forkopimcam) menutup kegiatan esek-esek di lokalisasi Burnik, bisa dikatakan sudah tercapai. Namun, para pekerja seks komersial (PSK) malah nekat beroperasi di lokasi yang tidak jauh dari tempat tersebut.

Camat Situbondo Jupri Setyo Utomo mengatakan, penjagaan ketat yang dilakukan selama satu pekan lalu membuahkan hasil. Burnik yang sempat menjadi lokasi prostitusi, saat ini sudah berhasil bebas dari aktivitas tersebut. Hanya saja para PSK tidak kapok, mereka justru pindah ke tempat lain.

”Dalam kegiatan patroli gabungan yang juga melibatkan warga, Burnik kita jaga ketat. Namun, kami justru mendapati beberapa PSK sedang membuka tempat baru. Lokasinya pun tidak jauh dari Burnik,” ujar Jupri, Selasa (13/6).

Lebih lanjut, Jupri menyebutkan, penjagaan yang semula hanya dilakukan pada area tertentu, yaitu kawasan Burnik, saat ini mulai diperluas ke beberapa titik lainnya. Ini dilakukan agar para PSK benar-benar keluar dari wilayah tersebut.

 ”Kami bersama warga akan intens melakukan penjagaan di sejumlah titik masuknya kawasan Burnik dan Buk Sangak. Karena menurut petugas, para PSK ini pindah ke Buk Sangak. Ketika ada petugas mereka melarikan diri,” bebernya.

Kata Jupri, penjagaan secara ketat itu tujuannya untuk menghentikan kegiatan prostitusi. Sehingga para PSK kapok untuk tidak beraktivitas kembali di tempat tersebut. Sehingga, Kelurahan Dawuhan bisa bebas dari aktivitas prostitusi.

”Kami bersama-sama berupaya untuk menghapus stigma buruk kawasan Dawuhan yang selama ini dikenal sebagai tempat maksiat. Maka dengan penjagaan ini untuk menghentikan kegiatan prostitusi, paling tidak pandangan masyarakat terhadap Burnik berubah. Yaitu bukan lagi sebagai tempat mangkalnya PSK,” kata mantan Camat Bungatan itu.

Jupri menambahkan, penjagaan dilakukan rutin setiap malam. Dimulai sejak pukul 18.00 hingga 23.00 WIB. ”Di antara jam-jam tersebut bisanya para PSK aktif beroperasi. Kemudian di atas jam 23.00 WIB ini mereka sudah tidak operasi. Kami selama ini memantau aktivitas PSK sehingga penjagaannya pun dilakukan di jam tersebut,” pungkasnya. (hum/pri/c1)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Radar Banyuwangi
situbondo Esek-Esek Burnik psk lokalisasi