Di depan wakil bupati, sejumlah perwakilan tenaga honorer guru menceritakan nasibnya. Sebab, hingga kini statusnya tidak jelas meski telah dinyatakan lolos seleksi PPPK. “Kami berharap ada kejelasan nasib kita ke depan. Dengan bertemu ibu Wakil Bupati Hj. Khoirani, kita berharap ada hasil positif,” ucap koordinator tenaga honorer guru, Muhammad Munir, Rabu (20/7).
Munir mengaku, keluhan tenaga honorer akan ditindaklanjuti Wakil Bupati. Sehingga, kepastian nasib mereka belum juga bisa dipastikan. “Apa yang disampaikan para guru honerer masih akan ditindaklanjuti oleh Wabup bersama instansi terkait,” ungkapnya.
Munir menjelaskan, para tenaga guru honorer terus berupaya dengan berbagai cara untuk memperjuangkan nasibnya. Sebelumnya, sudah melakukan audiensi dengan DPRD yang juga diikuti pejabat OPD terkait. “Audiensi yang kami lakukan sering kali tidak ada kejelasan. Semakin tidak jelaslah nasib kami,” jelasnya.
Munir mengatakan, sebenarnya pemerintah daerah bisa saja menambah jumlah kuota PPPK guru. Pasalnya, kebutuhan guru PNS jumlahnya sekitar seribu lebih. “Lantas kenapa hanya ada 250 kuota yang dibuka oleh pemerintah daerah untuk PNS PPPK?,’’ ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Hj. Khoirani melalui asisten pribadinya enggan dikonfirmasi. Dia hanya menyampaikan jika usai audensi tersebut, Wabup langsung menghubungi sejumlah pejabat terkait. “Ibu lagi menghubungi salah satu pejabat Dinas Pendidikan, dan Pejabat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),” terangnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal