Ketua Tim Monitoring BBWS, Wahyu Adi Nugroho mengatakan, pelaksanaan pembangunan proyek irigasi itu menggunakan dana APBN. Sehingga hasil pekerjaan yang dilakukan diharapkan tidak merugikan negara. “Kita bersama tim pendamping masyarakat sengaja turun langsung untuk melihat progres pekerjaan,” ujar Wahyu Adi Nugroho, Selasa (21/6) kemarin.
Wahyu mengatakan, selama melakukan pengecekan pembangunan di lapangan, tidak ada masalah yang ditemukan. Bahkan, hasil pekerjaan sesuai dengan bestek (rencana pembuatan bangunan). “Alhamdulillah hasil monitoring tim, pekerjaan irigasi cukup baik,” ungkapnya.
Wahyu mengaku, pembangunan saluran irigasi yang terindikasi merugikan negara karena tidak sesuai bestek, maka hasilnya tidak akan diterima. Akan dikembalikan ke desa. “Masing-masing desa sebagai penanggung jawab dari proyek pembangunan irigasi. Kalau hasilnya tidak sesuai bestek, maka anggarannya terancam tidak bisa dicairkan,” jelasnya.
Ditambahkan, pembangunan saluran irigasi di Situbondo berada di 84 titik tersebar di 16 Kecamatan. Salah satunya di Desa Lor, Kecamatan Panji. “Tujuan utamanya meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat petani. Baik secara langsung maupun tidak langsung,” imbuhnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal