Kanitlaka Polres Situbondo, Ipda Kadek Yasa menyebutkan, peristiwa itu bermula saat pikap melaju dari arah barat ke arah timur. Sesampainya di lokasi kejadian, diduga kuat sopir dalam keadaan mengantuk. Akhirnya, pikap oleng dan terpental ke kiri jalan hingga menerobos bagar jembatan. “Itu laka tunggal, informasi dari beberapa saksi, pikap itu melaju begitu kencang. Mungkin kerena ketiduran, sang sopir lepas kendali hingga terbalik, dan jatuh ke jurang,’ ’kata Kanit Laka.
Kata dia, kerugian akibat petaka tersebut ditaksir puluhan juta rupiah. Sebab, kondisi pikap hancur total. Sementara itu pisang yang hendak dijual ke Kabupaten Banyuwangi, tumpah di lokasi kejadian. Sedangkan kernet pikap tersebut mengalami luka serius di bagian paha.
“Kerugian materi ditaksir Rp 20 juta. Untuk kernet yang mengalami patah tulang langsung dibawa pulang ke tukang pijet setelah mendapatkan perawatan dari tim medis Puskesmas Arjasa,” cetus Ipda Kadek Yasa.
Infomasi yang dihimpun koran ini, NS sempat beristirahat di pinggir jalan karena mengantuk. Sebab, semalam sebelum kejadian, NS baru datang mengirim muatan ke Jakarta. Setelah pulang, ternyata ada job baru untuk mengirim pisang ke Banyuwangi.
Nah sesampainya di daerah Arjasa, NS sempat beristirahat karena mengantuk. Sayangnya, dia hanya ngopi. Karena keadaan jalan masih sepi, dia mengajak temannya untuk melanjutkan perjalanan agar pisang yang dibawa segera tiba di lokasi. Sayangnya dia mengalami kecelakaan sebelum sampai. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal