Kapolsek Sempu, AKP Karyadi mengatakan, mediasi yang dilakukan di Polsek Sempu mempertemukan manajemen dan warga yang kendaraannya rusak akibat tertimbun reruntuhan. “Sudah selesai dilakukan (mediasinya) di sini (Polsek Sempu),” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Dari hasil kesepakatan kedua belah pihak, terang Karyadi, motor milik pelanggan dan karyawan Indomaret itu akan diperbaiki sampai layak digunakan di bengkel yang sudah disepakati. “Diperbaiki sampai layak jalan lagi,” terangnya.
Salah satu pemilik motor yang juga korban selamat Darso, 45, mengatakan sudah mendapatkan kompensasi ganti rugi atas kerusakan motor dari manajemen Indomaret. Pria asal Desa Songgon, Kecamatan Songgon itu menyebut ganti rugi itu berupa perbaikan motor hingga layak pakai. “Kebetulan ini lagi di bengkel, proses perbaikan kendaraan. Alhmdulilah dapat ganti rugi sampai bisa dinaiki kembali,” ujarnya, melalui sambungan telfon.
Terkait rincian biaya yang dihabiskan untuk perbaikan motor, Darso mengaku tak bisa mengkalkulasi. Sebab, saat ini masih dalam tahapan pembenahan total. “Belum bisa kira-kira habisnya berapa, ini masih dibengkel,” terangnya.
Darso menyebut kerusakan yang kentara bagian dek motor yang rusak parah akibat tertinpa beton cor dari reruntuhan atap Indomaret Gendoh. “Kerusakannya variatif, mulai dari bodi yang gak lurus dan mesinnya juga pecah. Jadi belum tahu berapa kalkulasinya,” ucapnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, atap teras bangunan Indomaret di Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, roboh pada Senin (17/10) sekitar pukul 16.45. Beruntung, tidak sampai menelan korban jiwa, tapi enam motor dan satu mobil yang parkir rusak tertimpa reruntuhan bangunan.
Saat kejadian, sebenarnya di lokasi ada sejumlah warga. Tapi, semuanya berhasil menyelamatkan diri. “Alhamdulillah, tidak ada yang luka, semua bisa melarikan diri,” Kata salah satu saksi yang ada di lokasi kejadian, Fitra Riskian, 24, warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi