Di antara barang berharga itu almari beserta isinya, kulkas, perabotan dapur, dua kasur, rice cooker, kenang-kenangan pernikahan beserta mahar nikahnya, dan surat-surat penting milik keluarganya dan milik Tohairi. “Yang paling saya itu seserahan nikah. Itu kenang-kenangan pernikahan saya dan istri,” katanya yang menyebut nikah pada 2019 lalu.
Selain menyesalkan terbakarnya kenang-kenangan nikah beserta mahar uang sebesar Rp 1 juta yang menggunakan uang asli itu, Jarno juga mengaku gusar lantaran surat-surat berharga miliknya hangus terbakar. “Banyak surat-surat penting seperti buku nikah, akta kelahiran anak, kartu keluarga, dan sertifikat sebagai pelaut,” sebutnya.
Apalagi, masih kata dia, buku pelaut yang hangus terbakar itu akan digunakam untuk berangkat melaut ke Merauke pada Juli mendatang. “Kalau tidak ada itu (sertifikat sebagai pelaut) saya tidak bisa berangkat,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Jarno berencana akan mengurus kembali sertifikat sebagai pelaut yang terbakar itu. Sehingga, nanti bisa kembali bekerja. "Ini pekerjaan utama, biasanya sekali berangkat bisa sampai 10 bulan baru pulang,” cetusnya.
Selain barang-barang yang tidak bisa diselamatkan tersebut, Jarno mengatakan, ada satu motor Scoopy milik adiknya yang masih beruntung bisa diselamatkan. “Motor itu sempat dikeluarkan warga setelah mencongkel jendela dan mendobrak pintu, karena kunci pintu saya bawa,” pungkasnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi