Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ditinggal Sambang Orang Tua, Rumah Habis Terbakar

Agus Baihaqi • Sabtu, 25 Juni 2022 | 00:35 WIB
SEMPROT: Anggota Damkar memadamkan api di rumah Tohairi di Dusun Kabat Mantren, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar pada Selasa (21/6) malam. (Maulana for Radar Banyuwangi)
SEMPROT: Anggota Damkar memadamkan api di rumah Tohairi di Dusun Kabat Mantren, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar pada Selasa (21/6) malam. (Maulana for Radar Banyuwangi)
MUNCAR, Radar Genteng – Rumah milik Tohairi, 65, di Dusun Kabat Mantren, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar terbakar pada Selasa malam (21/6). Semua barang di rumah yang kini ditempati Jarno, 36, warga Dusun Dam Telu, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo itu habis terbakar.

Tidak ada korban dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 itu. Saat kejadian, rumah itu sedang kosong. “Pak Tohairi sedang berada di Blimbingsari, saya sama keluarga lagi di rumah orang tua di Tembokrejo (Kecamatan Muncar),” terang Jarno.

Jarno mengaku selama empat bulan terakhir rumah itu ditempati bersama istri, Ika Widyasari, 34, dan kedua anaknya yang baru berusia tiga tahun dan lima bulan. Ia oleh Tohairi diminta menempati rumah tanpa menyewa. “Pak Tohairi itu hanya sendirian, selama ini sering tinggal di rumah adiknya di Kecamatan Blimbingsari,” ungkapnya.

Saat rumahnya itu terbakar, Jarno sejak sore pergi ke rumah orang tuanya di Desa Tembokrejo. Ia tahu rumahnya terbakar setelah dikabari oleh salah satu tetangganya. “Dapat kabar rumah terbakar, saya bersama istri dan anak-anak langsung pulang, warga sudah banyak yang datang,” ungkapnya.

Sambil menunggu petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) datang, puluhan warga itu berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. “Warga menyemprot air menggunakan mesin diesel, ada yang pakai timba dan pasir,” cetusnya.

Hampir dua jam warga berjibaku menaklukkan api. Hingga akhirnya, sekitar pukul 23.30, tiga unit armada Damkar dari BKO Genteng dan Ganbiran datang. “Saat kami datang, api masih menyala. Kami langsung memadamkan dan pendinginan bangunan,” ucap Komanda Regu (Danru) Damkar BKO Genteng, Sutikno, 50.

Menurut Sutikno, pemadaman api di rumah Tohairi itu selesai pada Rabu (22/6) sekitar pukul 00.10. Untuk memadamkan api  yang sempat membara itu, ada delapan anggota dari Genteng dan Gambiran yang melakukan pemadaman. “Apinya membara,” ungkapnya.

Kapolsek Muncar, AKP Imron menyampaikan anggotanya langsung merapat ke lokasi kebakaran setelah mendapat laporan ada rumah yang terbakar. Kapolsek menduga, api yang membakar rumah itu diduga akibat korsleting listrik. “Korban mengaku tidak menghidupkan kompor saat meninggalkan rumahnya. Dugaan sementara karena arus pendek,” katanya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi
#Rumah Terbakar #si jago merah #kebakaran