Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kerugian Banjir Ditaksir Rp 5 M

Rahman Bayu Saksono • Rabu, 27 Juni 2018 | 02:30 WIB
kerugian-banjir-ditaksir-rp-5-m
kerugian-banjir-ditaksir-rp-5-m


SINGOJURUH – Kerugian akibat bencana banjir bandang yang melanda empat dusun di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh ditaksir mencapai Rp 5 miliar. Nilai nominal kerugian tersebut tertuang dalam surat usulan penerbitan pernyataan tanggap darurat ben­cana penanganan banjir bandang yang di­kirimkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi kepada Bupati Banyuwangi.



Dalam surat nomor 188/723/ 429.205/2018 tertanggal 22 Juni 2018 tersebut, disebutkan jika bencana banjir bandang yang melanda empat dusun di Desa Alas­malang, Kecamatan Singo­juruh disebabkan curah hujan tinggi di lereng gunung raung. Dan adanya longsor di lereng Gunung Pendil serta adanya tim­bunan material longsor di hulu Sungai Badeng.



Akibatnya, volume air Sungai Badeng meningkat dan mengalir dengan deras menghanyutkan material longsoran dari hulu be­rupa batu, kerikil, pasir, dan batang pohon tumbang. Pada beberapa lokasi aliran air ber­campur lumpur melimpah keluar dari jalur sungai karena terjadi penyumbatan, penyempitan, pendangkalan, belokan, dan menyumbat jembatan garit di Desa Alasmalang.



Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang yang terjadi pada Jumat ( 22/6) ter­sebut. Namun, dampak dari ben­cana banjir bandang tersebut mengakibatkan kerusakan di areal pertanian yang dialiri Su­ngai Badeng sekitar 1.721 hektare, serta kerusakan infrastruktur dam pengairan di enam lokasi se­panjang aliran Sungai Badeng.



Sementara untuk kerusakan bangunan dengan rincian rumah rusak berat atau roboh mencapai 23 rumah. Rumah rusak sedang atau lumpur masuk ke dalam rumah dengan ketinggian 20 sampai 120 centimeter (cm) mencapai 80 unit rumah. Dan rumah dengan kondisi rusak ringan atau lumpur masuk ke dalam rumah dengan ketinggian 20 cm mencapai 225 unit rumah.



”Kerugian akibat kerusakan fa­silitas umum, kerusakan lahan pertanian, kerusakan dan kehila­ngan barang milik warga masih dalam perhitungan. Sementara ditak­sir mencapai sekitar Rp 5 miliar,” jelas Fajar Suasana.



Menanggapi surat dari BPBD tersebut, Bupati Abdullah Azwar Anas juga langsung menge­luarkan surat pernyataan tanggap darurat bencana. Dalam surat nomor 188/724/ KEP/429.011/ 2018, Bupati Anas menetapkan status tanggap darurat bencana pena­nganan banjir bandang di Desa Alasmalang, Kecamatan Singo­juruh. Status keadaan da­rurat bencana tersebut akan diber­lakukan selama tujuh hari ter­hitung sejak Sabtu (23/6) hingga Jumat (29/6).



Editor : Rahman Bayu Saksono
#gunung raung #singojuruh