Tolak Minuman Suplemen, Pilih Jamu Tradisional

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 20 Juli 2017 | 16:20 WIB
tolak-minuman-suplemen-pilih-jamu-tradisional
tolak-minuman-suplemen-pilih-jamu-tradisional


GLENMORE – Banyak cara dilakukan para pekerja berat untuk bisa tetap prima dan bugar sepanjang hari. Agar otot bisa bekerja dengan baik, banyak pilihan suplemen yang bisa dikonsumsi.


Sejumlah kuli angkut mengaku memilih meminum ramuan alami untuk menjaga staminanya. Itu dianggap lebih aman dan tidak membahayakan bagi kesehatannya. “Saya banyak minum jamu,” terang Sugimin, 53, kuli angkut asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore.


Sugimin mengaku untuk menjaga kebugaran tubuhnya, paling sering meminum campuran temu ireng dan telur. Ramuan itu, dikonsumsi setiap merasakan tubuhnya mulai loyo. “Saya lebih suka temu ireng,” jelasnya.


Selain harga lebih murah di banding minuman suplemen yang banyak di toko, jamu alami ini relatif lebih aman dari risiko efek samping. Selain itu, harganya juga lebih murah. “Jamu juga lebih sehat,” katanya.


Kuli angkut lainnya, Syaifudin, 30, asal Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran yang biasanya bertugas mengangkut material bangunan ini mengaku sejak beberapa tahun lalu jarang meminum suplemen pabrik untuk menambah staminanya. “Dulu sering meminum minuman suplemen,” terangnya.


Sejak adanya informasi mengenai efek samping minuman suplemen, dia memutuskan berhenti dan beralih mengonsumsi suplemen alami. “Saya jamunya ya beras kencur dan telur ayam, itu saja,” jelasnya.(sli/abi)

Editor : Ali Sodiqin