AHY Instruksikan Kader Demokrat Kawal Pemerintahan Prabowo, dr Agung Mulyono Siapkan Kerja Nyata

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 05:17 WIB
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur dr. Agung Mulyono mendorong kader menerjemahkan arahan AHY melalui kerja nyata di bidang infrastruktur, kesehatan, dan ekonomi. (Istimewa)
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur dr. Agung Mulyono mendorong kader menerjemahkan arahan AHY melalui kerja nyata di bidang infrastruktur, kesehatan, dan ekonomi. (Istimewa)

RADAR BANYUWANGI - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta seluruh kader partainya ikut mengawal sekaligus menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Arahan tersebut disampaikan AHY ketika memberikan pembekalan kepada anggota Fraksi Partai Demokrat dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional di Red Top Hotel, Pecenongan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).

Di hadapan para kader, AHY menegaskan bahwa Demokrat tidak memiliki agenda lain selain memastikan pemerintahan berjalan dengan baik dan menghasilkan kebijakan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Semangat kita adalah bagaimana kita turut mengawal dan menyukseskan pemerintahan ini. Tidak ada agenda lain, agenda kita adalah mengawal dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” kata AHY.

Menurut AHY, instruksi tersebut harus diterapkan kader sesuai posisi, tugas, serta kewenangan masing-masing. Pesan itu juga berlaku bagi anggota legislatif Demokrat yang bertugas di DPR RI maupun DPRD.

Meski menjadi bagian dari koalisi pemerintahan, kader Demokrat di parlemen tetap diminta menjalankan fungsi kontrol. Sikap kritis, kata AHY, diperlukan untuk menyampaikan hal-hal yang masih perlu diperbaiki, mulai dari kebijakan hingga pengelolaan anggaran dan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Walaupun kita dalam koalisi, kita juga terus menyuarakan apa saja yang bisa kita perbaiki kebijakannya, pengelolaan anggarannya, program-program pro rakyatnya dan lain sebagainya,” ujarnya.

AHY mengingatkan bahwa anggota legislatif memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ketiganya harus dijalankan secara optimal agar mekanisme checks and balances tetap berjalan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Walaupun kita sama-sama berwarna biru, tapi ketika menjalankan peran eksekutif dan legislatif kita berbeda. Bukan berarti harus tidak sejalan, tetapi artinya masing-masing punya peran dan tanggung jawab yang berbeda,” tegas AHY.

Selain menekankan fungsi pengawalan pemerintahan, AHY mendorong kader Demokrat terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Menurut dia, penguatan kualitas sumber daya kader menjadi bagian penting untuk memperkuat partai sekaligus menjalankan amanah masyarakat.

Momentum peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat juga disebutnya sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi dan menyusun langkah menghadapi masa depan.

“Kita hari ini generasi demokrasi melanjutkan segala sesuatu yang sudah baik para senior pendahulu kita dan bagaimana kita bisa menyiapkan masa depan yang lebih baik untuk kita semuanya,” ungkapnya.

AHY juga membuka peluang yang lebih luas bagi kader untuk berkembang dan mengemban tanggung jawab pada tingkatan yang lebih tinggi. Kader yang selama ini berkiprah di DPRD kabupaten maupun kota, menurutnya, memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjuangan di tingkat nasional.

“Kalau sudah merasa cukup di daerah, terbuka peluang untuk bertarung di tingkat nasional,” tandas AHY.

Arahan tersebut mendapat respons dari Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono. Politisi yang telah tiga periode duduk di DPRD Jatim itu menyatakan kesiapan jajaran kader legislatif di daerah untuk menerjemahkan instruksi AHY ke dalam kerja yang dapat dirasakan masyarakat.

Bagi Agung, kerja politik Demokrat tidak semata-mata diukur dari perolehan kursi di lembaga legislatif. Kehadiran kader harus memiliki dampak nyata bagi kehidupan warga.

“Jadi arahan Ketum jelas, intinya adalah teman-teman kader bergerak bersama rakyat dengan tiga pilar utama: ekonomi, keadilan, dan demokrasi,” tegas Agung.

Ia menilai target politik berupa kursi harus berjalan beriringan dengan kerja pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kader didorong mengubah arahan partai menjadi program yang konkret.

“Kita laksanakan betul bagaimana mengejawantahkan menjadi program nyata. Tidak hanya kursi yang kita targetkan, tetapi bagaimana bisa berbuat karya nyata untuk rakyat,” ujarnya.

Untuk Jawa Timur, Agung menyiapkan konsep kerja yang dirangkum dalam tiga sektor melalui formula IKE, yakni Infrastruktur, Kesehatan, dan Ekonomi.

Pada sektor infrastruktur, ia mendorong adanya mekanisme respons cepat terhadap berbagai keluhan warga. Persoalan infrastruktur yang muncul di tengah masyarakat, menurut Agung, harus segera ditindaklanjuti.

“Kalau diterapkan di Jatim, contoh soal infrastruktur, kita gaungkan ada keluhan: Senin complain maka Rabu selesai, Rabu complain Jumat selesai. Kita menjamin ketika turun di masyarakat baik semua, karena ada anggaran untuk perawatan,” tegas Agung.

Sektor kedua adalah kesehatan. Sebagai seorang dokter, Agung menyatakan dirinya akan ikut membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam memperoleh pelayanan medis, termasuk persoalan rujukan dan antrean tindakan kesehatan.

“Yang kedua kesehatan, saya sebagai dokter bantu rujukan yang tidak dapat kamar, bantu rujukan kalau operasinya agak lama antrinya dipercepat,” jelasnya.

Sementara itu, sektor ekonomi diarahkan pada penguatan UMKM di berbagai wilayah Jawa Timur. Agung menilai pelaku usaha membutuhkan akses pembiayaan yang mudah agar dapat mengembangkan kegiatan ekonominya.

Ia menyebut skema pembiayaan melalui perbankan daerah sebagai salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan UMKM.

“Bangkitkan ekonomi UMKM se-Jawa Timur. Ini sangat tepat, apalagi Bank Jatim punya bunga rendah enam persen. Kita manfaatkan dengan baik, kita tindaklanjuti arahan Ketum menjadi karya nyata. Demokrat bersama rakyat, bahkan beri solusi untuk rakyat,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
partai demokrat Agung Mulyono prabowo subianto jawa timur ahy