Gesah Pendidikan Bongkar Persoalan Sekolah, Dewan Minta Pemkab Banyuwangi Cepat Bertindak

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 01:00 WIB
Yuliawan Bambang Sukiyanto, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi
Yuliawan Bambang Sukiyanto, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi

RADAR BANYUWANGI – Komisi IV DPRD Banyuwangi mengingatkan Pemkab Banyuwangi agar Gesah Bareng Ambi Bupati Ipuk tidak berhenti sebagai forum menyerap keluhan. Berbagai persoalan pendidikan yang muncul dalam diskusi tersebut harus segera ditindaklanjuti dan dieksekusi agar berdampak nyata terhadap kualitas layanan pendidikan di Banyuwangi.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Yuliawan Bambang Sukiyanto mengapresiasi langkah pemkab yang membuka ruang dialog lintas elemen untuk “belanja persoalan” pendidikan secara langsung.

Menurutnya, forum tersebut berhasil memunculkan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku pendidikan di lapangan. Karena itu, masukan yang telah disampaikan perlu diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan konkret.

"Harapan kami, masukan-masukan yang disampaikan peserta perlu ditindaklanjuti untuk terus memperbaiki kualitas layanan pendidikan di Banyuwangi," ujar Yuliawan tadi malam (3/9).

Bagi dewan, kualitas layanan pendidikan bukan sekadar persoalan fasilitas sekolah. Perbaikan pendidikan berkaitan langsung dengan upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Banyuwangi agar memiliki karakter sekaligus daya saing.

Yuliawan menilai peningkatan kualitas pendidikan juga akan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada akhirnya, peningkatan kualitas SDM diharapkan beriringan dengan membaiknya kesejahteraan masyarakat.

"Ini juga akan selaras dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi," pungkasnya.

Guru Ungkap Kondisi Sekolah

Sebelumnya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggelar Gesah Bareng bersama berbagai elemen untuk membahas persoalan pendidikan. Forum tersebut berlangsung di Pendapa Sabha Swagata Blambangan pada Rabu (2/9).

Salah satu persoalan disampaikan Numira Ida, guru Bahasa Inggris dari MI Al Hikmah, Desa Tampo, Kecamatan Cluring.

Di hadapan Bupati Ipuk, Numira mengungkap kondisi sarana dan prasarana sekolah yang masih membutuhkan perhatian. Salah satunya kondisi kursi dan bangku yang mulai rusak dan keropos.

"Kursi dan bangku di sekolah kami sudah banyak yang keropos. Mohon mendapat perhatian. Selain itu, kami juga siap mengabdi untuk Banyuwangi dengan keterampilan yang kami miliki," tuturnya.

Keluhan tersebut langsung mendapat respons dari Bupati Ipuk. Dia menyatakan akan mengecek kembali dukungan anggaran melalui BOS Daerah untuk kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.

"Akan kami cek lagi BOS Daerah. Insya Allah untuk sarana prasarananya siap kami bantu," jawab Ipuk.

Respons langsung tersebut menunjukkan forum Gesah Bareng tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi. Namun, bagi DPRD Banyuwangi, pekerjaan berikutnya justru memastikan setiap persoalan yang telah teridentifikasi memiliki tindak lanjut yang jelas.

Sebab, kualitas pendidikan pada akhirnya tidak hanya diukur dari seberapa banyak persoalan yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari seberapa jauh keluhan tersebut berubah menjadi perbaikan nyata di sekolah dan dirasakan langsung oleh guru maupun peserta didik. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
pendidikan Banyuwangi sekolah Banyuwangi Gesah Pendidikan bupati ipuk DPRD Banyuwangi