RADARBANYUWANGI.ID – Struktur kepengurusan baru Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banyuwangi periode 2026–2031 akhirnya resmi terbentuk. Setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB menetapkan Zaki Al Mubarok sebagai Ketua Tanfidz, kini susunan lengkap pengurus inti telah diputuskan dan siap dilantik pada 23 Juli 2026 di Jakarta.
Keputusan tersebut menjadi penanda dimulainya konsolidasi organisasi PKB Banyuwangi menghadapi agenda politik lima tahun ke depan, mulai penguatan struktur partai hingga persiapan Pemilu Legislatif dan Pilkada.
Ketua Tanfidz DPC PKB Banyuwangi Zaki Al Mubarok mengatakan, komposisi kepengurusan telah diputuskan melalui tim formatur Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur dan telah mendapatkan penetapan resmi.
"Pada intinya tim formatur DPW PKB Jawa Timur telah memutuskan susunan komposisi pengurus inti DPC PKB Banyuwangi dan sudah menjadi ketetapan DPW PKB Jawa Timur," ujar Zaki saat dikonfirmasi, Selasa (23/6).
Dalam struktur baru tersebut, Zaki Al Mubarok dipercaya menjabat Ketua Tanfidz DPC PKB Banyuwangi. Posisi Sekretaris Tanfidz diemban Inayanti Kusumasari, yang juga merupakan anggota Komisi II DPRD Banyuwangi, sedangkan jabatan Bendahara dipercayakan kepada Arvy Rizaldi.
Sementara itu, kepemimpinan Dewan Syuro dipercayakan kepada Makmulah Harun sebagai Ketua Dewan Syuro dengan Muhammad Ali Mahrus sebagai Sekretaris Dewan Syuro.
Menurut Zaki, komposisi pengurus yang terbentuk merupakan hasil penyusunan terbaik untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat mesin partai menghadapi berbagai agenda politik mendatang.
"Kepengurusan DPC PKB yang baru siap bekerja total, tancap gas menyiapkan langkah strategis, dengan target utama menambah perolehan kursi legislatif dan memenangkan kontestasi Pilkada mendatang," tegasnya.
Dilantik Bersamaan Harlah PKB ke-26
Zaki menjelaskan, seluruh pengurus DPC PKB Banyuwangi periode 2026–2031 dijadwalkan mengikuti pelantikan serentak pada 23 Juli 2026 di Jakarta. Pelantikan tersebut dirangkai dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-26.
"Formasi kepengurusan DPC PKB Banyuwangi periode 2026–2031 akan dilantik di Jakarta bertepatan dengan Harlah PKB ke-26," katanya.
Momentum tersebut sekaligus menjadi awal resmi kepengurusan baru menjalankan program organisasi dan memperkuat koordinasi dengan seluruh struktur partai.
Fokus Konsolidasi hingga Tingkat Ranting
Usai ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Banyuwangi, Zaki menegaskan agenda pertama yang akan dijalankan adalah konsolidasi internal. Ia berkomitmen merangkul seluruh kandidat yang sebelumnya mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di DPP PKB agar tidak ada sekat di tubuh partai.
Menurutnya, soliditas internal menjadi fondasi utama untuk membangun kekuatan politik PKB di Banyuwangi.
"Yang pertama tentu melakukan koordinasi internal, khususnya merangkul seluruh calon ketua yang ikut UKK dari DPP kemarin," ujarnya.
Setelah konsolidasi internal, kepengurusan baru akan bergerak menyusun struktur organisasi hingga tingkat Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) dan Dewan Pengurus Ranting (DPRt). Langkah itu dilakukan agar mesin partai semakin solid dan efektif dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Perkuat Basis Nahdliyin dan Pondok Pesantren
Selain memperkuat struktur organisasi, DPC PKB Banyuwangi juga menargetkan penguatan kembali basis dukungan tradisional partai, yakni warga Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan pondok pesantren.
Menurut Zaki, kedekatan dengan akar rumput menjadi strategi penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan dukungan masyarakat terhadap PKB.
"Yang kedua tentu mendekatkan kembali PKB dengan basis massa akar rumput, yaitu nahdliyin dan pondok pesantren," tegasnya.
Dengan kepengurusan yang telah lengkap, PKB Banyuwangi optimistis mampu memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang, sekaligus menyiapkan strategi memenangkan kontestasi Pilkada berikutnya. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin