Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Peta Kekuatan 5 Tokoh Banyuwangi Calon Pengganti Ipuk Fiestiandani

Ali Sodiqin • Kamis, 25 Juni 2026 | 10:17 WIB
Menakar peluang Michael Edy Hariyanto, Sumail Abdullah, Ali Makki Zaini, Mufti Anam, dan Mujiono, menggantikan Ipuk Fiestiandani sebagai Bupati Banyuwangi. (Kolase ChatGPT)
Menakar peluang Michael Edy Hariyanto, Sumail Abdullah, Ali Makki Zaini, Mufti Anam, dan Mujiono, menggantikan Ipuk Fiestiandani sebagai Bupati Banyuwangi. (Kolase ChatGPT)

RADARBANYUWANGI.ID - Eskalasi politik di ujung timur Pulau Jawa mulai menghangat meski pemilihan kepemimpinan daerah baru akan ditabuh pada 2030 mendatang. Publik kini mulai menatap masa depan Bumi Blambangan pasca-era Bupati Ipuk Fiestiandani. 

Berdasarkan peta geopolitik terbaru Juni 2026, setidaknya ada lima figur kuat yang diprediksi bakal bertarung sengit memperebutkan kursi nomor satu di Kabupaten Banyuwangi. Mereka membawa modalitas yang kontras: kekuatan mesin partai, jejaring sosial kultural, hingga keunggulan investasi birokrasi.

Dalam kalkulasi taktis di lapangan, kesiapan infrastruktur politik dan kedekatan emosional dengan masyarakat menjadi pemisah garis demarkasi antarkandidat. Siapa saja mereka dan bagaimana peta kekuatannya?

1. Michael Edy Hariyanto & Sumail Abdullah: Dominasi Mesin Politik Parpol

Jika indikatornya adalah kesiapan mesin partai secara struktural dan logistik taktis saat ini, dua nama politisi kawakan bertengger di barisan terdepan: Michael Edy Hariyanto dan H. Sumail Abdullah.

Michael Edy Hariyanto (Ketua DPC Demokrat Banyuwangi)

Sebagai Wakil Ketua DPRD Banyuwangi periode 2024–2029, Michael memegang kendali penuh atas loyalitas kader Demokrat di akar rumput.

Pengaruhnya meluas dari sektor pariwisata selaku pemilik destinasi Alam Indah Lestari (AIL), hingga penguasaan panggung olahraga melalui posisinya sebagai Ketua Askab PSSI Banyuwangi. Dengan modal 14.213 suara pada Pileg lalu, mesin politik Michael terbukti paling panas dan siap digas kapan saja.

H. Sumail Abdullah (Ketua DPC Gerindra Banyuwangi)

Di sisi lain, Sumail Abdullah membawa magnet politik nasional ke tingkat lokal. Anggota DPR RI fraksi Gerindra ini mengakar kuat di wilayah utara Banyuwangi, khususnya Wongsorejo.

Kedekatannya dengan pusat kekuasaan dan intensitas program ketahanan pangan di daerah membuat mesin politik Gerindra di bawah komandonya menjadi ancaman serius bagi siapa pun rivalnya.

2. KH. Mohammad Ali Makki Zaini: Pengaruh Sosial Kultural Tertinggi

Katup politik formal boleh dikuasai elite partai, namun jika berbicara mengenai pengaruh sosial kemasyarakatan terbesar dan kedekatan emosional berbasis kultural, KH. Mohammad Ali Makki Zaini (Gus Makki) masih kokoh di posisi puncak.

Analisis Kultural: Mantan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi (2018–2023) ini memiliki captive market yang masif di kalangan nahdliyin dan jaringan pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Srono ini dikenal piawai merangkul masyarakat bawah dan anak-anak dari keluarga rentan. Karakter kepemimpinannya yang egaliter, ditambah keahliannya dalam komunikasi keagamaan, membuat instruksi dan pilihan politik Gus Makki selalu didengar dan diikuti oleh basis massa akar rumput yang loyal.

3. Ir. H. Mujiono, M.Si: Keuntungan Pejabat Aktif dan Penguasa Birokrasi

Kandidat berikutnya yang memiliki posisi tawar sangat strategis adalah Wakil Bupati aktif saat ini, Ir. H. Mujiono, M.Si. Mujiono memegang kartu truf yang tidak dimiliki kandidat lain: keuntungan petahana (incumbency advantage).

Sebagai mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi periode 2019–2024 yang kini duduk di kursi eksekutif, Mujiono memiliki kontrol dan pemahaman mendalam terhadap jalannya roda pemerintahan daerah serta jaringan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Latar belakang Teknik Sipil dan pengalamannya selama tiga dekade di Dinas Pekerjaan Umum menjadikannya figur paling kompeten dalam melanjutkan program infrastruktur strategis yang sedang berjalan. Ia diuntungkan secara popularitas harian karena setiap hari berinteraksi langsung dengan kebijakan publik dan anggaran daerah.

4. dr. H. Mufti Aimah Nurul Anam: Representasi Politisi Muda dan Trah Kuat

Nama terakhir yang tidak boleh dicoret dari kalkulasi adalah Anggota Komisi VI DPR RI fraksi PDIP, dr. H. Mufti Aimah Nurul Anam (Gus Mufti).

Meskipun daerah pemilihannya berada di Pasuruan-Probolinggo, keterikatan Gus Mufti dengan Banyuwangi sangatlah tebal. Ia adalah adik kandung mantan Bupati Abdullah Azwar Anas.

Mewakili trah politik yang merombak wajah modern Banyuwangi, politisi muda berusia 38 tahun ini mengombinasikan latar belakang dokter, pengusaha sukses di HIPMI/KADIN, serta kedekatan dengan struktur pemuda NU (Ansor/ISNU). Dengan total kekayaan mencapai Rp30,6 miliar tanpa utang, Gus Mufti memiliki kemandirian logistik yang sangat kuat jika sewaktu-waktu ditugaskan partai untuk "pulang kampung" memimpin Banyuwangi.

Jika melihat peta politik Banyuwangi menuju Pemilu 2029 dan potensi kontestasi Pilkada 2030, ada beberapa nama yang saat ini memiliki pengaruh signifikan, namun basis kekuatannya berbeda-beda.

Peta Kekuatan Tokoh Banyuwangi

Tokoh Basis Utama Kekuatan Tantangan
Michael Edy Hariyanto Demokrat, DPRD, sepak bola Struktur partai lokal kuat, populer di akar rumput Demokrat bukan partai dominan di Banyuwangi
Sumail Abdullah Gerindra, DPR RI Jaringan nasional, kedekatan dengan pusat kekuasaan Basis utama terkonsentrasi wilayah utara Banyuwangi
Gus Ali Makki Zaini NU, pesantren Pengaruh kultural dan religius sangat kuat Mesin politik formal tidak sebesar partai besar
Mufti Anam PDIP, nasional Figur muda, DPR RI, keluarga politik kuat Basis politik lebih banyak di luar Banyuwangi (Dapil Jatim II)
Mujiono Birokrasi, Pemkab Pengalaman pemerintahan dan ASN Basis massa politik belum teruji secara mandiri

1. Michael Edy Hariyanto

Michael saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ketua DPC Demokrat Banyuwangi, sekaligus dipercaya masuk struktur DPP Demokrat. Ia juga terpilih sebagai Ketua Askab PSSI Banyuwangi 2025–2029.

Kelebihan

Peluang 2029

Skor pengaruh lokal: 8,5/10


2. Sumail Abdullah

Politikus Gerindra ini merupakan anggota DPR RI dari Dapil Banyuwangi–Situbondo–Bondowoso dan Ketua DPC Gerindra Banyuwangi. Ia sudah memiliki pengalaman panjang di parlemen nasional. 

Kelebihan

Peluang 2029

Skor pengaruh: 8/10


3. Gus Ali Makki Zaini

Mantan Ketua PCNU Banyuwangi dan pengasuh pesantren ini memiliki modal sosial yang sangat besar di kalangan Nahdliyin.

Kelebihan

Tantangan

Peluang

Skor pengaruh sosial: 9/10


4. Mufti Anam

Adik mantan Menteri PAN-RB dan mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ini kini menjadi anggota DPR RI Fraksi PDIP dan duduk di Komisi VI. Ia dikenal sebagai politisi muda yang aktif di level nasional. 

Kelebihan

Tantangan

Peluang

Skor pengaruh: 8/10


5. Mujiono

Mujiono adalah birokrat murni yang pernah menjadi Sekda Banyuwangi sebelum terpilih menjadi Wakil Bupati Banyuwangi 2025–2030.

Kelebihan

Tantangan

Peluang

Skor pengaruh: 7,5/10


Ranking Pengaruh Politik Banyuwangi Saat Ini

  1. Gus Ali Makki Zaini (pengaruh sosial-keagamaan terbesar)

  2. Michael Edy Hariyanto (pengaruh politik lokal paling agresif)

  3. Sumail Abdullah (pengaruh nasional dan partai kuat)

  4. Mufti Anam (figur muda dengan jaringan nasional)

  5. Mujiono (kekuatan birokrasi dan pemerintahan)

Jika Pilkada Banyuwangi Digelar Hari Ini

Dalam simulasi kekuatan politik murni, nama yang kemungkinan masuk kelompok teratas adalah:

Namun faktor penentu terbesar tetap berada pada:

  1. Dukungan PDIP sebagai partai dominan Banyuwangi.

  2. Sikap komunitas NU dan pesantren.

  3. Dukungan pemerintahan petahana menjelang 2030.

Karena itu, jika berbicara siapa yang paling siap secara mesin politik saat ini, Michael Edy Hariyanto dan Sumail Abdullah menonjol.

Jika berbicara siapa yang memiliki pengaruh sosial terbesar, Gus Ali Makki Zaini masih berada di posisi teratas.

Sedangkan Mujiono memiliki keuntungan sebagai pejabat aktif yang mengelola pemerintahan daerah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Sumail Abdullah #mujiono #Ali Makki Zaini #Michael Edy Hariyanto #mufti anam