RADARBANYUWANGI.ID - Kepemimpinan baru Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi akhirnya resmi ditetapkan. Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB menunjuk Zaki Al Mubarok sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Banyuwangi periode 2026–2031, mengakhiri dinamika panjang bursa calon ketua pasca Musyawarah Cabang (Muscab) VI.
Keputusan tersebut diumumkan dalam hasil Uji Kompetensi dan Kepatutan (UKK) yang digelar DPP PKB pada Kamis (11/6) pukul 10.00 WIB secara daring. Pengumuman itu diikuti jajaran pengurus DPC, Ketua DPAC PKB se-Banyuwangi, serta para peserta UKK yang berkumpul di Graha Gus Dur, Jalan S. Parman Banyuwangi.
Ketua Dewan Syuro DPC PKB Banyuwangi, KH Abdul Ghofar Lazim, menyampaikan bahwa proses UKK telah melibatkan delapan nama kandidat yang sebelumnya masuk bursa ketua. Mereka terdiri dari Ma’mulah Harun, Arvy Rizaldy, Muhammad Ali Mahrus, Susiyanto, Inayanti Kusumasari, Zaki Al Mubarok, Siti Mafrochatin Ni’mah, serta KH Ali Makki Zaini yang diusulkan DPAC.
“Hari ini kita semua sudah mendengarkan keputusan DPP PKB bahwa Ketua DPC PKB Kabupaten Banyuwangi adalah Dr Zaki Al Mubarok. Ini yang terbaik berdasarkan pengamatan DPP dan DPW,” ujar Kiai Ghofar.
Ia menegaskan bahwa seluruh peserta UKK, termasuk KH Ali Makki Zaini, menerima keputusan tersebut dengan legawa. Menurutnya, dinamika yang terjadi selama proses seleksi kini telah selesai, dan seluruh kader kembali diarahkan untuk fokus pada penguatan organisasi.
“Semua peserta UKK yang hadir sudah legawa menerima keputusan DPP. Bahkan Gus Makki menyampaikan bahwa PKB Banyuwangi sudah padang,” tambahnya.
Penunjukan Zaki menjadi perhatian karena ia berhasil melewati persaingan ketat di antara nama-nama yang memiliki basis kuat, mulai dari politisi senior hingga tokoh NU dan kader perempuan. Dari delapan kandidat hasil Muscab VI, keputusan DPP akhirnya mengerucut pada sosok yang akrab disapa Gus Zaki tersebut.
UKK sendiri menjadi mekanisme penting PKB dalam menilai kapasitas kepemimpinan calon ketua DPC, mencakup aspek loyalitas, kompetensi politik, hingga kemampuan menjawab tantangan organisasi di tingkat daerah.
Selain mengakhiri spekulasi politik yang berkembang pasca-Muscab, penetapan ini juga membuka babak baru konsolidasi internal PKB Banyuwangi menjelang agenda politik ke depan.
Zaki Al Mubarok bukan nama baru dalam panggung politik dan sosial Banyuwangi. Ia merupakan anggota DPRD Banyuwangi periode 2024–2029 dari Fraksi PKB yang mewakili Dapil VI meliputi Genteng, Glenmore, dan Kalibaru. Di DPRD, ia duduk di Komisi IV yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Di luar legislatif, Zaki juga memiliki rekam jejak kuat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjabat Bendahara PCNU Banyuwangi dan kemudian dipercaya sebagai Ketua LP Ma’arif NU Banyuwangi, memperkuat basis sosial-keagamaan yang menjadi salah satu kekuatan politiknya.
Usai resmi ditetapkan, Zaki langsung menegaskan arah kerja awalnya: membangun soliditas internal partai. Ia menilai, energi kader tidak boleh lagi terpecah setelah proses seleksi berakhir.
“Yang pertama tentu melakukan koordinasi internal, khususnya merangkul seluruh calon ketua yang ikut UKK,” ujar Zaki.
Menurutnya, kekuatan PKB ke depan tidak hanya bertumpu pada figur ketua, tetapi pada kekompakan struktur dari tingkat cabang hingga ranting. Karena itu, langkah berikutnya adalah konsolidasi organisasi hingga level bawah.
“Setelah itu menyusun kepengurusan baru dan memperkuat DPAC hingga DPRt. Tujuannya agar kerja-kerja pemenangan PKB semakin solid, kompak, dan mudah,” tegasnya.
Dengan mandat baru ini, Zaki Al Mubarok kini memegang peran strategis dalam menentukan arah gerak PKB Banyuwangi lima tahun ke depan, di tengah dinamika politik daerah yang semakin kompetitif. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin