RADARBANYUWANGI.I – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya menjawab teka-teki kepemimpinan partai di Banyuwangi. Dr. Zaki Al Mubarok, S.Pd.I., M.Si resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Banyuwangi periode 2026-2031. Keputusan tersebut diumumkan DPP PKB pada Kamis (11/6) sekitar pukul 10.00 WIB.
Penetapan itu menjadi puncak dari rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) VI PKB Banyuwangi yang sebelumnya mengirimkan delapan nama kandidat ke DPP untuk mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Dari sejumlah nama yang masuk bursa, DPP akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Zaki Al Mubarok atau yang akrab disapa Gus Zaki.
Terpilihnya Gus Zaki sekaligus menandai lahirnya generasi baru kepemimpinan PKB Banyuwangi. Di usia 38 tahun, politisi muda yang juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu kini memikul tanggung jawab besar menjaga soliditas partai sekaligus mempersiapkan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.
Doktor, Politisi, dan Kader NU
Nama Gus Zaki bukan sosok asing di lingkungan PKB maupun NU Banyuwangi. Saat ini ia menjabat anggota DPRD Banyuwangi periode 2024-2029 dari Fraksi PKB dan bertugas di Komisi IV yang membidangi pendidikan, kesehatan, sosial, serta ketenagakerjaan.
Politisi kelahiran Banyuwangi, 3 Juni 1988 itu dikenal memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia menyandang gelar doktor Ilmu Administrasi setelah menyelesaikan studi S3 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember pada 2025.
Di luar aktivitas politik, Gus Zaki juga memiliki rekam jejak panjang di organisasi Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjabat Bendahara PCNU Banyuwangi periode 2018-2020 sebelum dipercaya memimpin LP Ma’arif NU Banyuwangi periode 2020-2024.
Kiprahnya di dunia pendidikan membuat namanya cukup dikenal di kalangan pesantren, lembaga pendidikan, dan warga nahdliyin. Selama ini, ia aktif mendorong penguatan pendidikan berbasis pesantren sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Agenda Pertama: Rangkul Semua Kandidat
Usai diumumkan sebagai ketua DPC PKB Banyuwangi, Gus Zaki langsung menyiapkan langkah awal yang akan dilakukan. Fokus utamanya adalah membangun soliditas internal dengan merangkul seluruh kandidat yang sebelumnya mengikuti proses UKK di DPP PKB.
Menurutnya, persaingan dalam proses seleksi telah berakhir dan saat ini seluruh kader harus kembali bersatu untuk membesarkan partai.
“Yang pertama tentu melakukan koordinasi internal, khususnya merangkul seluruh calon ketua yang ikut UKK dari DPP kemarin,” kata Gus Zaki, Kamis (11/6).
Ia menegaskan, kekuatan PKB ke depan tidak hanya ditentukan figur ketua, melainkan kekompakan seluruh kader dari tingkat cabang hingga ranting.
Konsolidasi hingga Tingkat Desa
Setelah membangun komunikasi dengan para kandidat, agenda berikutnya adalah menyusun kepengurusan baru dan melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah.
Langkah tersebut meliputi penguatan struktur Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) hingga Dewan Pengurus Ranting (DPRt) di seluruh Banyuwangi.
Menurut Gus Zaki, penguatan organisasi menjadi syarat penting agar kerja-kerja politik PKB semakin efektif dan terarah menjelang kontestasi politik mendatang.
“Tujuannya agar kerja-kerja pemenangan PKB semakin solid, semakin kompak, dan semakin mudah,” ujarnya.
Dekatkan PKB dengan Nahdliyin dan Pesantren
Selain memperkuat struktur partai, Gus Zaki juga menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kedekatan PKB dengan basis tradisional partai, yakni warga Nahdlatul Ulama dan kalangan pondok pesantren.
Menurut dia, hubungan historis antara PKB dan komunitas pesantren harus terus dirawat agar partai tetap memiliki akar yang kuat di tengah masyarakat.
“Yang kedua tentu mendekatkan kembali PKB dengan basis massa akar rumput, yaitu nahdliyin dan pondok pesantren,” tegasnya.
Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan latar belakang Gus Zaki yang selama ini tumbuh dari lingkungan NU dan aktif di dunia pendidikan pesantren.
Menunggu Susunan Pengurus dan Pelantikan
Meski telah ditetapkan sebagai ketua, Gus Zaki mengaku belum menerima tugas khusus dari DPP PKB. Saat ini, dirinya masih menunggu arahan terkait penyusunan kepengurusan lengkap DPC PKB Banyuwangi.
“Belum ada tugas khusus. Tadi masih diumumkan untuk ketuanya saja. Setelah ini pasti ada tugas untuk menyusun kepengurusan, kemudian menunggu pelantikan,” katanya.
Sesuai jadwal yang disampaikan DPP, pelantikan pengurus DPC PKB se-Indonesia akan dilaksanakan secara serentak pada 23 Juli 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Lahir PKB di Jakarta.
Hingga proses pelantikan berlangsung, DPC PKB Banyuwangi akan fokus menyusun formasi kepengurusan baru sekaligus mempersiapkan agenda konsolidasi organisasi. Di tangan Gus Zaki, publik kini menanti arah baru PKB Banyuwangi dalam menghadapi dinamika politik menuju 2029. (*)
Editor : Ali Sodiqin