RADARBANYUWANGI.ID – Teka-teki siapa yang akan memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi akhirnya terjawab. Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB resmi menunjuk Dr. Zaki Al Mubarok, S.Pd.I., M.Si sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Banyuwangi periode 2026–2031. Pengumuman itu disampaikan Kamis (11/6/2026), sekaligus menandai lahirnya kepemimpinan baru di salah satu partai politik terbesar di Bumi Blambangan.
Penetapan Zaki menjadi sorotan karena politisi muda yang akrab disapa Gus Zaki itu berhasil menembus persaingan ketat dalam proses seleksi yang dikendalikan langsung oleh DPP PKB. Dari delapan nama yang masuk bursa calon ketua hasil Musyawarah Cabang (Muscab) VI PKB Banyuwangi, Zaki akhirnya dipercaya menjadi nahkoda baru partai berlambang bola dunia tersebut.
Keputusan DPP PKB itu sekaligus mengakhiri spekulasi politik yang berkembang sejak Muscab digelar beberapa waktu lalu. Sebab, sejumlah nama kuat dari kalangan politisi senior, tokoh NU, hingga kader perempuan turut masuk dalam daftar kandidat yang mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Kader NU, Politisi, Sekaligus Akademisi
Terpilihnya Zaki dinilai merepresentasikan perpaduan antara kekuatan politik, basis keagamaan, dan kapasitas akademik. Pria kelahiran Banyuwangi, 3 Juni 1988 itu saat ini menjabat anggota DPRD Banyuwangi periode 2024–2029 dari Fraksi PKB.
Di parlemen, Zaki mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kecamatan Genteng, Glenmore, dan Kalibaru. Ia bertugas di Komisi IV DPRD Banyuwangi yang membidangi sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Di luar dunia politik, sosok yang juga dikenal dengan sebutan “Gus Dewan” itu memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Ia pernah menjabat Bendahara PCNU Banyuwangi periode 2018–2020 dan kemudian dipercaya menjadi Ketua LP Ma’arif NU Banyuwangi periode 2020–2024.
Pengalaman tersebut membuat Zaki dikenal luas di kalangan pesantren, lembaga pendidikan, serta jaringan warga nahdliyin di Banyuwangi.
Ketua PKB Bergelar Doktor
Salah satu nilai lebih yang dimiliki Zaki adalah latar belakang akademiknya. Pada Februari 2025, ia resmi menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan studi S3 Ilmu Administrasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.
Disertasinya mengangkat tema implementasi e-government dan pencegahan korupsi berbasis kearifan lokal di Banyuwangi. Topik tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan tata kelola pemerintahan modern yang mengedepankan transparansi dan pelayanan publik.
Dengan capaian akademik tersebut, Zaki menjadi salah satu figur muda PKB yang memiliki kombinasi pengalaman organisasi, politik, dan pendidikan yang relatif lengkap.
Menang dari Delapan Kandidat
Sebelum ditetapkan sebagai ketua definitif, nama Zaki masuk dalam daftar delapan kandidat yang diusulkan dan dipetakan dalam Muscab VI DPC PKB Banyuwangi.
Selain Zaki, nama-nama yang masuk bursa antara lain KH Mohammad Ali Makki Zaini, Hj Ma’mulah Harun, Arvy Rizaldy, H Muhammad Ali Mahrus, H Susiyanto, Inayati Kusumasari, serta Hj Siti Mafrochatin Ni’mah.
Seluruh kandidat kemudian menjalani tahapan UKK yang menjadi mekanisme resmi PKB pasca-Muktamar Bali. Proses tersebut dilakukan langsung oleh DPP untuk menentukan figur yang dinilai paling siap memimpin partai di tingkat daerah.
Hasilnya, DPP PKB menjatuhkan pilihan kepada Zaki Al Mubarok.
Tantangan Menuju Pemilu 2029
Sebagai ketua baru, tantangan yang dihadapi Zaki tidak ringan. Ia harus menjaga soliditas internal partai sekaligus mempertahankan posisi PKB sebagai salah satu kekuatan politik utama di Banyuwangi menjelang Pemilu 2029.
Selain itu, Zaki juga dituntut mampu mengonsolidasikan struktur partai hingga tingkat desa serta memperkuat basis suara tradisional PKB yang selama ini bertumpu pada jaringan pesantren dan warga NU.
Pengamat politik lokal menilai terpilihnya Zaki menunjukkan adanya regenerasi kepemimpinan di tubuh PKB Banyuwangi. Figur muda dengan latar belakang akademik kuat dianggap menjadi bagian dari strategi partai untuk menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada langkah pertama Zaki Al Mubarok setelah resmi menerima mandat dari DPP PKB. Mampukah doktor muda asal Genteng itu membawa PKB Banyuwangi tetap menjadi kekuatan dominan pada kontestasi politik mendatang? Waktu yang akan menjawabnya. (als)
Editor : Sigit Hariyadi