RADARBANYUWANGI.ID – Isu penurunan Bupati Banyuwangi yang beredar di tengah masyarakat mulai memicu kekhawatiran akan stabilitas daerah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Banyuwangi pun angkat suara, mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ketua PC PMII Banyuwangi, Haikal Roja’ Hasbunallah, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada informasi valid dan dapat dipertanggungjawabkan terkait wacana tersebut. Karena itu, publik diminta untuk menyaring setiap informasi yang beredar, terutama di media sosial.
“Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk mengedepankan nalar kritis dan tidak terpancing oleh narasi yang berpotensi memecah belah,” ujarnya.
Menurut Haikal, derasnya arus informasi tanpa verifikasi yang kuat justru berpotensi memperkeruh suasana. Ia mengingatkan bahwa penyebaran isu yang tidak berdasar tidak hanya berdampak pada stabilitas sosial, tetapi juga dapat mengganggu iklim ekonomi serta menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
PMII Banyuwangi menilai, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini dengan meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam memilah informasi. Peran aktif semua elemen, termasuk tokoh masyarakat dan pemuda, dinilai krusial untuk meredam spekulasi yang tidak produktif.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Banyuwangi untuk menjaga persatuan dan tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya,” tegasnya.
Selain itu, PMII menekankan bahwa setiap aspirasi maupun kritik terhadap pemerintah daerah tetap harus disampaikan melalui jalur konstitusional. Mekanisme formal dinilai sebagai cara paling tepat untuk menjaga kualitas demokrasi tanpa menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Haikal menambahkan, Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat kedewasaan demokrasi yang baik. Karena itu, ia optimistis masyarakat mampu menyikapi dinamika politik secara bijak tanpa terjebak pada provokasi isu yang belum terverifikasi.
“Kami percaya masyarakat Banyuwangi cukup dewasa dalam berdemokrasi. Mari kita jaga bersama kondusivitas daerah ini,” tambahnya.
Sebagai organisasi kemahasiswaan, PMII Banyuwangi menyatakan komitmennya untuk terus mengawal dinamika sosial dan politik secara konstruktif. Mereka juga menegaskan pentingnya menjunjung nilai persatuan, keadilan, serta kemaslahatan bersama dalam setiap proses demokrasi di daerah.
Imbauan ini diharapkan dapat meredam potensi kegaduhan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kesadaran publik bahwa stabilitas daerah merupakan tanggung jawab bersama. (*)
Editor : Ali Sodiqin