RADARBANYUWANGI.ID – DPRD Banyuwangi memberikan dua wajah penilaian terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tahun Anggaran 2025: apresiasi atas capaian kinerja yang moncer, sekaligus kritik tajam pada sektor fundamental seperti fiskal daerah dan kualitas layanan publik.
Rekomendasi tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD, Selasa malam (28/4), yang menjadi forum evaluasi resmi atas kinerja pemerintah daerah sepanjang tahun anggaran 2025.
Kinerja Moncer, Ekonomi dan IPM Naik
Secara umum, DPRD menilai capaian kinerja Pemkab Banyuwangi tergolong sangat baik. Indikator makro menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata provinsi dan nasional.
IPM Banyuwangi tercatat naik dari 74,30 pada 2024 menjadi 75,17 di tahun 2025, atau melampaui target sebesar 100,40 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,68 persen menjadi 5,65 persen—lonjakan yang dinilai signifikan.
“Capaian ini patut diapresiasi dan harus terus dipertahankan,” ujar Wakil Ketua DPRD sekaligus Pimpinan Badan Anggaran (Banggar), Michael Edy Hariyanto, saat membacakan rekomendasi dewan.
Raihan Prestasi Nasional
Tak hanya indikator makro, Banyuwangi juga mencatat sejumlah penghargaan nasional sepanjang 2025. Di antaranya, predikat Kabupaten Berkinerja Tinggi dalam evaluasi LPPD 2024, penghargaan Kabupaten Terinovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2025, serta pengakuan tata kelola pemerintahan terbaik dari Kementerian Dalam Negeri.
Namun, DPRD mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah lengah.
“Prestasi bukan untuk berpuas diri, tapi menjadi cambuk untuk terus berbenah menghadapi tantangan ke depan,” tegas Michael.
Catatan Kritis: PAD Lemah, Ketergantungan Tinggi
Di balik capaian positif, DPRD menyoroti persoalan mendasar yang belum terselesaikan, yakni lemahnya kapasitas fiskal daerah. Ketergantungan terhadap dana transfer pusat dinilai masih sangat tinggi.
Kondisi ini semakin terasa ketika terjadi kebijakan pemangkasan anggaran dari pusat yang nilainya hampir setara dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi.
“Harus ada perubahan pola pikir. PAD harus menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan,” tegasnya.
DPRD mendorong strategi konkret, mulai dari peningkatan kualitas SDM, validasi potensi PAD baru, digitalisasi pengelolaan pajak dan retribusi, hingga transparansi untuk mencegah kebocoran pendapatan.
Kepuasan Publik Turun, Infrastruktur Disorot
Catatan lain yang menjadi perhatian serius adalah penurunan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada 2025. DPRD menilai hal ini menjadi indikator adanya masalah dalam pelayanan publik.
Salah satu faktor utama yang disorot adalah kondisi infrastruktur jalan yang belum tertangani optimal. Jalan sebagai sarana utama mobilitas ekonomi dinilai masih menjadi keluhan masyarakat.
“Ini harus menjadi evaluasi serius. Apakah ada kebijakan yang kurang tepat atau implementasi yang belum maksimal,” ujar Michael.
Dorong Iklim Investasi Sehat
DPRD juga menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan iklim investasi yang sehat. Kemudahan perizinan, jaminan keamanan, serta kajian komprehensif terhadap kebijakan strategis menjadi kunci.
Dewan mengingatkan agar setiap kebijakan ekonomi mempertimbangkan dampak sosial, termasuk potensi gangguan terhadap ketertiban umum.
Momentum Evaluasi dan Perbaikan
Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD I Made Cahyana Negara dan dihadiri Bupati Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Sekretaris Kabupaten Guntur Priambodo, serta jajaran OPD.
Sesuai regulasi, penyampaian LKPj merupakan kewajiban kepala daerah sebagaimana diatur dalam PP Nomor 13 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 19 Tahun 2024.
Dengan rekomendasi ini, DPRD berharap evaluasi tidak berhenti pada dokumen, tetapi berlanjut pada perbaikan nyata di lapangan.
Di tengah capaian yang impresif, catatan kritis dewan menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal angka, tetapi juga kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin