Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Jadi Rujukan Nasional, Wali Kota Padang Panjang dan Bupati Malang Belajar Pariwisata dan Inovasi Daerah

Ali Sodiqin • Minggu, 12 April 2026 | 23:30 WIB
Banyuwangi jadi rujukan daerah. Wali Kota Padang Panjang dan Bupati Malang belajar pengelolaan pariwisata dan inovasi ekonomi daerah. (banyuwangikab.go.id)
Banyuwangi jadi rujukan daerah. Wali Kota Padang Panjang dan Bupati Malang belajar pengelolaan pariwisata dan inovasi ekonomi daerah. (banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Capaian kinerja Banyuwangi di berbagai sektor, khususnya pariwisata dan pembangunan daerah, kian menarik perhatian sejumlah daerah di Indonesia.

Terbaru, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, serta Bupati Kabupaten Malang, M. Sanusi, datang langsung untuk melakukan studi banding dan berbagi pengalaman.

Kedatangan kedua kepala daerah tersebut disambut oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Kantor Pemkab, Kamis (9/4/2026).


Banyuwangi Dinilai Berkembang Pesat

Hendri Arnis mengungkapkan bahwa kunjungannya kali ini merupakan yang kedua setelah pertama kali datang pada 2011. Ia mengaku terkesan dengan perubahan signifikan yang terjadi di Banyuwangi dalam kurun waktu lebih dari satu dekade.

“Saya pertama datang tahun 2011, sekarang 2026 perubahannya sudah jauh sekali, sangat luar biasa,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari banyuwangikab.go.id.

Ia menyebut, salah satu hal yang ingin dipelajari adalah strategi Banyuwangi dalam mengembangkan sektor pariwisata yang mampu tumbuh pesat dan berkelanjutan.


Pariwisata Berbasis Budaya Jadi Daya Tarik

Menurut Hendri, keberhasilan Banyuwangi tidak lepas dari kemampuannya mengemas potensi seni dan budaya lokal menjadi daya tarik wisata yang kuat.

“Kami mengikuti perkembangan Banyuwangi lewat media sosial. Event seni budaya dan kearifan lokalnya dikemas sangat baik,” katanya.

Ia berharap ke depan jajarannya dapat menjalin komunikasi intensif dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di Banyuwangi untuk mendalami strategi tersebut.


Kabupaten Malang Tertarik Skema Pembiayaan

Senada dengan itu, Bupati Malang M. Sanusi juga mengapresiasi kemajuan Banyuwangi, khususnya dalam memanfaatkan potensi daerah sebagai penggerak ekonomi.

“Kami ingin belajar alternatif pembiayaan pembangunan yang dilakukan Banyuwangi,” ujar Sanusi.

Menurutnya, inovasi pembiayaan menjadi salah satu kunci penting dalam mempercepat pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal.


Strategi Banyuwangi: Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki tantangan besar sebagai kabupaten terluas di Jawa Timur dengan jumlah penduduk mencapai 1,7 juta jiwa.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam mengelola pembangunan.

“Keterbatasan fiskal menuntut kami untuk mengubah tantangan menjadi peluang,” jelas Ipuk.

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah, tidak sekadar menarik wisatawan tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.


Terapkan Konsep 3A dalam Pariwisata

Ipuk memaparkan, pengembangan pariwisata di Banyuwangi mengacu pada konsep 3A, yaitu:

Ketiga aspek tersebut dipastikan tersedia dengan baik dan terjangkau bagi wisatawan.


Banyuwangi Festival Jadi Andalan

Salah satu kekuatan utama Banyuwangi adalah konsistensinya menggelar berbagai event berbasis budaya lokal melalui Banyuwangi Festival.

Event tersebut sebagian besar berasal dari tradisi masyarakat yang telah berlangsung turun-temurun, kemudian dikemas dengan manajemen modern agar lebih menarik.

“Tradisi yang sudah hidup di masyarakat kami kemas dengan manajemen event kekinian,” jelas Ipuk.

Banyak event juga berasal dari inisiatif masyarakat yang kemudian dikurasi oleh pemerintah daerah agar memiliki daya tarik lebih luas.


Dampak Nyata: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata terbukti memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tercatat mencapai 5,65 persen, meningkat dari 4,68 persen pada 2024.

Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen di 2025.


Jadi Inspirasi Nasional

Keberhasilan Banyuwangi dalam mengelola potensi daerah, khususnya melalui sektor pariwisata berbasis budaya, kini menjadikannya sebagai salah satu rujukan nasional.

Kunjungan sejumlah kepala daerah ini menjadi bukti bahwa model pembangunan Banyuwangi dinilai relevan dan dapat direplikasi di daerah lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#padang panjang #kabupaten malang #Ipuk Fiestiandani #banyuwangi #pariwisata banyuwangi